Pelajaran Mendidik Anak dari The Return of Superman (1)

The Return of Superman atau Superman is Back adalah acara reality show Korea yang disiarkan oleh stasiun KBS. Acara tersebut meliput kegiatan harian ayah besama anaknya. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dalam acara tersebut terutama dalam hal mendidik anak. Dan yang paling penting dalam mendidik anak adalah HARUS SEDINI mungkin.

Berikut hal-hal yang saya pelajari tentang mendidik anak dalam acara ini:

  1. Saat anak-anak berebut mainan. Saat itu Daehan, Minguk dan Manse mendapat hadiah mainan dari Lee Hwi Jae. Mereka pun memainkan mainannya masing-masing. Tak lama, Daehan berdiri dan mengambil mainan Manse. Manse kemudian menangis karena mainannya direbut. Daehan juga tidak mau memberikan mainan tersebut kepada Manse. Kemudian ayah triplet datang dan mengambil mainan itu dari tangan Daehan lalu membawa Daehan dan Manse ke kamar.  Lalu ayahnya dengan tegas (tidak membentak ataupun berteriak), menyuruh mereka berdiri tegak dan mengatakan pada mereka dengan jelas “jika kalian berdua berebut mainan, maka tidak ada yang memainkan mainan itu. Mengerti?” Daehan dan Manse pun menjawab “iya”. Lalu sang ayah meminta keduanya untuk berpelukan dan mencium satu sama lain. Manse pun memeluk Daehan dan menciumnya. Namun Daehan masih menolak. Ayahnya pun menggeret Daehan dan memintanya memeluk Manse lalu menciumnya. Daehan pun menuruti.lee-hwi-jae-song-il-kook_1417583130_af_orgDari kasus tersebut yang bisa kita dapat adalah pastikan anak-anak mengerti bahwa mereka tidak akan mendapatkan apa-apa saat berkelahi memperebutkan sesuatu. Lalu setelah menasehati anak, buat rekonsiliasi agar mereka tidak marah satu sama lain dengan saling memeluk dan mencium.
  2. Selalu berikan anak pujian saat anak melakukan sesuatu yang baik atau yang diperintahkan. Sesuai dengan teori psikologi bahwa sebuah perilaku akan menetap atau meningkat bila diberi reward (dalam hal ini adalah pujian). Bisa dilihat orangtua baik Song Ilkook, Lee Hwijae dll tidak pernah bosan memberikan anaknya reward pujian seperti “wah anak hebat”, “good boy”, “you’re the real man”. Misalnya saat sang ayah meminta anak untuk mengambil makanan, lalu anak tersebut mengambilnya kemudian sang ayah memberi reward. Hal ini tidak hanya membuat anak merasa senang tapi juga meningkatkan perilaku tersebut.
  3. Ajarkan Tatacara makan yang baik pada anak. Suatu ketika Song Ilkook dan Triplet sedang mempersiapkan makan malam. saat makanan sudah ada di meja, Il Kook memberitahu pada anak-anaknya “saat kalian makan bersama orang yang lebih tua, kalian harus menunggu terlebih dahulu. Bila orang yg lebih tua sudah mulai makan baru kalian boleh makan. Mengerti? Sekarang kalian baru boleh makan saat aku mulai makan.” Anak-anakpun mengiyakan. “Aku tidak akan menyentuh makanan ini” lalu yang lain bilang “tapi bolehkan aku pegang sumpitnya aja”. Begitu Song Il Kook mulai makan, anak-anak pun menghitung “1…2..3 start” dan mereka pun mulai makan.2picture1Hal ini bila dilakukan secara berulang dan terus menerus akan menjadi kebiasaan yang baik. Song Triplet akan terbiasa menunggu ayahnya makan terlebih dahulu baru mereka bisa makan.
  4. Ajarkan anak untuk terbiasa di lingkungan yang berbeda. Song Ilkook sering sekali mengajak triplet ke berbagai tempat, mulai dari istana, kebun anggur, kolam renang, air mancur, sawah hingga tanah berlumpur. Semua itu dia lakukan agar anak belajar dari tempat itu dan terbiasa. Seperti misalnya saat berkunjung ke sawah untuk belajar menanam padi. Triplet sangat anti menginjak lumpur. Saat diajak masuk ke sawah yang berlumpur, mereka menggeleng dan merengek.SongTriplets2Yang pertama memberanikan diri masuk ke sawah adalah Daehan. Namun tak lama sepatu bootnya stuck di lumpur dan dia pun merengek. Ayahnya pun berpikir bagaimana caranya agar Daehan membiasakan diri. Lalu Ilkook melepas sepatu Daehan dan membiarkan Daehan nyeker. Awalnya Daehan tidak mau dan merengek (Ilkook terus bilang “gapapa kok”) tapi begitu kakinya menyentuh tanah berlumpur dia pun terbiasa. Minguk dan Manse masih di pinggir sawah mengamati mereka. Ilkook pun memanggil mereka dan memberikan contoh dengan dirinya sendiri melepas sepatu. “Lihatkan aku lepas sepatu dan ga kenapa2”. Namun mereka tetap menolak masuk ke sawah. Kemudian ada Mba2 dmendatangi Manse dan bilang “kamu pernah membuat dumpling kan… rasanya sama seperti itu lembut dan lunak”. Manse pun akhirnya mau melepas sepatunya dan masuk ke sawah mendengar itu. Sementara Minguk belum mau masuk, anak-anak yang sudah isawah ramai melihat kodok. Minguk walaupun ingin lihat tapi tidak mau masuk ke sawah. Akhirnya kakek-kakek menggendongnya untuk melihat kodok. Saat melihat kodok, perhatiaannya pun teralihkan dan dia mulai terbiasa berada di sawah.hqdefaultYang bisa dipelajari adalah: cara pendekatan untuk setiap anak berbeda-beda. Daehan bisa langsung masuk ke dalam sawah. Sementara Manse perlu dibujuk terlebih dahulu. Dan Minguk memerlukan pengalih perhatian. Namun yang membuat mereka mau terbiasa adalah dengan melihat orang lain terutama ayahnya menginjakan kaki di sawah dan bersenang-senang di sawah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s