Achieve Changing

Hampir semua manusia pastinya ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik. But to be a better person terkadang gampang diucapkan tapi susah untuk diwujudkan. Aku jadi teringat salah satu chapter di manga xXx Holic: ada seorang ibu rumahtangga yang sangat kecanduan internet. Saking kecanduannya dia akan dunia internetnya itu, ia lalai mengurus rumahtangga dan anaknya. Yuki penyihir yang eksentrik itu pun datang untuk membantu memecahkan masalah si ibu.

Yuki: “Kalau ingin berhenti dari sesuatu kamu harus bertanya pada dirimu sendiri, kenapa kamu ingin berhenti dan kenapa tak bisa berhenti. Kenapa kamu ingin berhenti bermain internet?”

Si ibu: “Kan sudah ku bilang karena suamiku yang menyuruh”

Yuki: “Memangnya kalau suami melarang berarti kita harus berhenti melakukannya? kalau suamimu menyuruhmu berhenti, apa kamu akan berhenti sama sekali?”

Si ibu: “engga bukan begitu, gara-gara terus berinternet aku juga ngga bisa bermain dengan anakku… aku ga sanggup melihatnya lagi.”

Yuki : “Kenapa kamu harus bermain dengan anakmu ?”

Si ibu : “karena dia masih kecil, aku ga ingin dia kesepian”

Yuki : “Kenapa kamu ga ingin dia kesepian?”

Si ibu : “Itu karena dia anakku”

Yuki : “Karena? Kamu sudah berpikir bgitu tapi tetap ga bisa berhenti? Kamu ingin berhenti berkutat dengan komputer kan, bagaimana pun caranya? kalau begitu jangan sentuh komputer itu lagi!”

—Yuki pun berpamitan dan pergi—

Si ibu pun awalnya menjauh dari komputer itu selama beberapa waktu, namun lama kelamaan dia gatel dan langsung membuka inet di komputernya kembali. Ditengah keasyikannya berinternet, Yuki pun mendadak masuk lewat jendela ~~tadaaa~~:

Si ibu : (gelagapan mencari pembelaan) “Ha..hanya sebentar, ada novel yg belum ku download..”

Yuki: “Yang namanya “berheenti” berarti “berhenti sama sekali” atau “total”. Mau “sebentar”, “sedikit” ataupun “sekilas”, tak akan mengubah keadaan kalau kamu masih melakukannya. “Berhenti” melakukan sesuatu dan “melakukan” sesuatu memiliki makna yang sama dalam pelaksanaannya. Yang dibutuhkan adalah tindakan dan ketulusan.”

Si ibu: “ketulusan? maksudnya pada suami dan anakku?”

Yuki: “Bukan, tak ada hubungannya dengan orang lain. Ini adalah ketulusan pada diri sendiri. Siapapun atau apapun obyeknya ketika kamu memutuskan untuk tidak melakukan sesuatu, berarti kamu telah berjanji pada dirimu sendiri.Kamu bilang alasan ingin berhenti bermain komputer adalah demi anak dan suamimu, tapi itu berarti demi orang lain. Keluarga juga orang lain walopun kamu berhubungan darah dengan mereka sekalipun, mereka bukan kamu. Karena itu kamu harus memikirkan dan memutuskannya sendiri, bukan demi atau karena disuruh orang lain tapi karena menurutmu perlu. Memang akan merepotkan orang lain. Tapi, keinginan untuk melakukannya adalah keinginanmu sendiri. Kalau kamu melakukannya demi orang lain, pada akhirnya kamu nggak akan bisa berhenti, karena “kamu” ga bisa menerimanya dan karena itu pula “kamu” ga bisa berjanji pada dirimu sendiri”. Tapi tentu saja ada resikonya, kalau kamu melakukan apa yang ingin kamu lakukan, akan ada seseorang yang senang atau sedih karenanya.”

note:

ketika kamu memutuskan ingin berubah menjadi sesuatu yang lebih baik, kamu harus melakukannya tulus untuk diri kamu sendiri. Bukan untuk atau demi orang lain. Because that’s your life, not their!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s