Pengertian dan Ruang Lingkup Pendidikan Orang Dewasa

Sejarah perkembangan dan rasional Pendidikan Orang Dewasa (POD):

  • Abad ke 18 POD mulai menjadi cabang disiplin ilmu di Amerika
  • Tahun 1920-an POD mulai berkembang (diorganisasikan secara sistematis)
  • Tahun 1926 dibentuk American Association of Adult Education (The AAAE) didukung oleh Carnegie Corporation dan dipimpin oleh Morse A. Cartwrightàorganisasi yang mendukung POD sebagai gerakan nasional

Pada awalnya POD dirumuskan sebagai suatu proses yang menimbulkan keinginan untuk bertanya dan belajar secara berkelanjutan sepanjang hayat karena pada saat itu konsep, teori dan pendekatan dalam ilmu pendidikan yang berkembang semata-mata merupakan wacana pendidikan anak dan remaja. Kebutuhan akan POD sejalan dengan adanya perkembangan masyarakat dari yang sederhana menjadi masyarakat yang kompleks (kontemporer). Masyarakat tidak statis karena melalui proses interaksi dengan masyarakat berkebudayaan lainnya dimungkinkan terjadinya perubahan social. Sifat masyarakat yang kontemporer itu makin menguat dengan adanya globalisasi (Jarvis, 2004). Adanya globalisasi juga berdampak pada berlakunya hukum masyarakat global. Oleh karena itu hukum-hukum Negara harus dikontrol oleh sistem pemerintahan yang demokratis sehingga kedaulatan Negara lebih terjaga.

Untuk menghadapi tantangan globalisasi, jalan keluarnya adalah melalui pendidikan. Sayangnya dewasa ini pendidikan lebih mengeedepan sebagai suatu komoditi pasar. Sistem pendidikan ini dicirikan oleh pendidikan formal dan berorientasi profit. POD dapat memfasilitasi manusia untuk mengerti kemanusiaan itu sendiri dan memberdayakan mereka dalam merespon dunia yang senantiasa dinamis.

Orang dewasa mempunyai karakteristik yang mencakup aspek-aspek: biologis, legal, social (peranan-peranan dan posisi social), spiritual, moral, psikologis dan fisiologis.

  • Secara biologis, orang dewasa menunjuk pada orang yang sudah mengalami pertumbuhan (growth) sepenuhnya. Pertumbuhan adalah proses berlangsungnya perubahan-perubahan jasmani pada diri seseorang sejalan dengan meningkatnya umur, berlangsung sejak terjadi pembuahan sampai kejasmanian telah terbentuk sepenuhnya (Winkel, 1991) dan mampu melakukan proses reproduksi.  (Holmes dan Cooper, 2000).
  • Secara historis dan lintas budaya, orang dewasa dicirikan terutama setelah seseorang meemiliki karakteristik jenis kelamin sekunder (co: menstruasi, ejakulasi, tumbuh jakun, dll)àmenjadi individu yang masuk usia subur.
  • Berdasa criteria pubertas, kedewasaan biologis umumnya dimulai pada umur sekitar 11 tahun bagi perempuan dan 12 tahun bagi laki-laki.
  • Seara social, orang dewasa adalah mereka yang diakui dewasa oleh kebudayaan mereka. Tiap masyarakat memiliki criteria sendiri dalam menentukan status kedewasaan seseorang.
  • Secara legal, dewasa adalah mereka yang dianggap dapat melakukan suatu kontrak (perjanjian) umur minimal yang diterapkan berbeda tiap Negara. Di Indonesia, dewasa adalah mereka yang berumur 21 tahun (Pasal 330 KUH Perdata).
  • Secara agama, dalam islam misalnya umur dewasa ditentukan oleh criteria akhil balignya (perempuan ketika menstruasi, laki-laki ketika tumbuh jakun).

klasifikasi individu manusia berdasarkan umur kronologis selama siklus kehidupannya (Hurlock, 1950):

  1. Neonatus, dari lahir sampai minggu kedua
  2. Bayi, akhir minggu kedua sampai tahun kedua
  3. Anak-anak awal, dari 2 tahun sampai 6 tahun
  4. Anak-anak akhir, dari 6 tahun sampai 10 tahun
  5. Pubertas (adolescene), 10 sampai 13 atau 14 tahun
  6. Remaja awal, 13 tahun sampai 16 atau 17 tahun
  7. Remaja akhir, 17 tahun sampai 21 tahun
  8. Dewasa awal, 21 sampai 40 tahun
  9. Setengah baya (dewasa akhir), 40 sampai 60 tahun
  10. Tua , 60  tahun sampai meninggal.

Sementara itu klasifikasi yang dibuat oleh Havighurst (1950):

  1. Masa bayi dan anak-anak (0-6 tahun)
  2. Masa sekolah (6-12 tahun)
  3. Masa remaja (13-18 tahun)
  4. Masa dewasa ( 18 tahun ke atas)

Havighurst merinci lagi fase dewasa ke dalam 3 fase, yyaitu:

  1. Masa mula/awal dewasa (18-30 tahun)
  2. Masa usia pertegahan (30-50 tahun)
  3. Masa tua (55 tahun ke atas)

Sejumlah kekuatan yang bersifat internal maupun eksternal membangun serangkaian tugas perkembangan (development tasks) yang kalau dikuasai dengan baik menjadikan individu itu berhasil menjadi manusia seutuhnya. Tugas perkembangan (Havighurst, 1950) adalah suatu tugas yang dihadapi individu pada suatu periode tertentu dalam hidupnya; kalau tugas itu berhasil diselesaikan dengan memuaskan akan membawa pada kebahagiaan dan meletakan dasar bagi penyelesaian tugas-tugas perkembangan selanjutnya.

Ada 3 aspek penting yang berhubungan dengan tugas-tugas perkembangan:

  1. 1. Beberapa tugas-tugas perkembangan yang dilakukan individu sebagian berhubungan dengan kedewasaan secara fisik.
  2. 2. Tugas-tugas lainnya muncul karena berhubungan dengan tekanan kebudayaan alam masyarakat dimana individu menjadi warganya.
  3. 3. Sistem nilai dan aspirasi-aspirasi individu yang merupakan bagian dari kepribadia seorang individu.

Dua manfaat utama kaitan antara tugas-tugas perkembangan dan belajar:

  1. Belajar itu melandasi sebagian besar dari perkembangan; sebagian besar meliputi perkembangan psikis atau mental dalam berbagai aspeknya, dan sebagian kecilnya merupakan kontribusi aspek pertumbuhan (growth).
  2. Adanya tahap perkembangan tertentu berpengaruh terhadap apa yang dapat dipelajari dan dengan cara bagaimana harus dipelajari dan dengan cara bagaimana harus dipelajari.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s