Organisasi Kompleks dan Birokrasi

1.  Kondisi Histori Perkembangan Organisasi Kompleks dan Birokrasi

Masyarakat mutahir, semakin mengutamakan rasionalitas efektifitas dan efisiensi sebagai moral kerja—bergantung pada pengelompokan sosial yang secara rasional dibentuk untuk mencapai tujuan yang ditetap. Organisasi adalah unit sosial (atau pengelompokan manusia) yang sengaja dibentuk dan dibentuk kembali dengan penuh pertimbangan dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

Tujuan Organisasi : Tuan atau Pelayan

Fungsi Tujuan Organisasi: memberi arah melakukan kegiatan untuk mewujudkan sesuatu yang dikejar pada

masa yang akan datang

Dalam bentuknya: (1) sumber legitimasi, (2) sebagai pedoman menilai efisiensi dan efektifitas organisasi, (3) tolok ukur menilai organisasi berjalan baik.
Pergantian Tujuan: Iron Law of oligarchy (Robert Michels)

Evolusi Perkembangan Organisasi

1.1.   Era Praktek Dini

Adam Smith:  Keuntungan ekonomi berkaitan dengan kemampuan membangun spesialisasi kerja

Charles Babbage:  Ekonomi spesialisasi relevan untuk melakukan kerja fisik maupun mental

Robert Owen:  Penggagas tanggungjawab sosial organisasi   bisnis

1.2.   Era Klasik

Pandangan F.W. Taylor: Manajemen Ilmiah

Fayol:  Teori Administrasi (fungsi manajemen)

Max Weber:  Teori Struktural

Mary P Follet dan Chester Barnard:  Teori Humanistik

1.3.   Era Perilaku

1.4.   Era Organisasi masa kini

2.  Bentuk Kontinuum Organisasi

Bierstedt (1982), kelompok (asosiasi) yang mempunyai batas, tata norma, susunan kewenangan dan sistem hubungan, yang eksistensinya relatif kontinyu, anggotanya terikat dalam kegiatan berkaitan dengan tujuan bersama

Kriteria: (1) Memiliki fungsi dan tujuan yang khas; (2) mempunyai kebijakan umum; (3) mempunyai dan mengembangkan susunan hirarkhi status (associational statuses); (4) mempunyai wewenang; (5) mengenakan persyaratan keanggotaan; (6) mempunyai property, (7) mempunyai nama atau lambang-lambang.

Kontinum Organisasi informal ke formal

Informal                      —>        Formal

Norma                     –>               Prosedur

Peranan                           –>         Status

Esteem                          –>         Prestige

Kepemimpinan       –>             Kewenangan

Dominasi                –>               Superordinasi

Kepatuhan               –>           Menjadi Bawahan

Hubungan Pribadi     –>        Hubungan Status

Intrinsic Penilaian Pribadi –>    Extrinsic Penilaian Pribadi

Birokrasi

Weber: Suatu organisasi formal yang wewenangnya mempunyai hirarkhi dan dasar-dasar rasional.
Rasionalitas: evaluasidisengaja atau didasarkan pada kesadaran, terhadap alternatif-alternatif.
Legitimasi rasional: wewenang didasarkan pada kepercayaan pengikut terhadap sahnya kekuasaan orang-orang serta peraturanyang dikeluarkannya
Sebab tumbuhnya birokrasi (Schoorl, 1982):
  1. Proses Integrasi
  2. Pembesaran Skala
  3. Proses Differensiasi

Ciri-ciri birokrasi (Weber, 1954):

  • Pembagian kerja dan tanggung jawab tegas;
  • Prinsip hirarkhi dalam pengorganisasian;
  • Pelaksanaan tugas berdasarkan perangkat  peraturan yang konsisten;
  • Terdapat jenjang karir dan sistem kenaikan pangkat;
  • Tugas dijalankan menurut peraturan tanpa pandang bulu;
  • Gaji menurut peraturan.

Tipologi Birokrasi (Weber, 1954)

Birokrasi: bentuk paling ideal organisasi kompleks.
Persoalan birokrasi disebabkan anggota birokrasi bertindak berbeda dengan maksud sebenarnya. Hal ini disebut birokratism (Soekanto, 1983). Sering bercampur dengan korupsi dan nepotisme sering menjadi ciri umum dari birokrasi di negara-negara miskin.

Bentuk-Bentuk Alternatif Birokrasi

  • Collegial Association (Bassis et al, 1991): setiap anggota lebih setara dengan dasar standar spesialisasi ilmu pengetahuan yang dimiliki.

  • Japanese Corporations: sebuah bentuk organisasi yang unik dan berbeda ciri dengan birokrasi maupun pengorganisasian perusahaan di Barat.

  • Jejaring Kolaborasi: Ada jejaring antara organisasi serupa karena memperjuangkan kepentingan yang sama

Mewirausahakan Birokrasi

Pemerintah perlu menjadi:

  • Katalis
  • Milik Masyarakat
  • Digerakkan Misi
  • Beroreintasi hasil
  • Berorientasi Pelanggan
  • Wirausaha
  • Antisipatif
  • Desentralisasi
  • Berorientasi Pasar
  • Semua Menjadi Satu

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s