Note for Nisa ;)

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS 94: 5-6)

Bayangkan, Allah sampai mengulang kalimat tersebut 2 kali di surat yang sama. Dan di akhir surat itu ditutup dengan:

dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS 94: 8 )

Yah, hanya kepada Tuhanlah semestinya kita berharap. Karena hanya pada-Nya lah kita akan berpulang. Hanya Dia tempat bersandar disaat orang-orang sibuk dengan kepentingan dan permasalahan mereka masing-masing. Hanya Dia satu-satunya Dzat yang tidak akan mengeluh atas curhatanmu yang seambreg-ambreg. Dia akan selalu ada dan menjawab semua doa dan permasalahanmu.

Yah, Dia menjawab doa-doa kita dengan “Ya”:

  1. Ya, akan Dia kabulkan
  2. Ya, akan Dia kabulkan tapi tidak sekarang
  3. Ya, akan Dia kabulkan tapi Dia punya jalan yang lebih baik untukmu.

Allah benar dan Dia selalu menepati janji-Nya. Bahkan salah satu hadist yang pernah saya baca menyebutkan bahwa, ketika doa-doa kita tidak dikabulkan oleh Allah di dunia bukan berarti Allah lupa. Di hari akhir nanti doa-doa itu akan berkumpul menjadi awan yang melindungi kita dari panasnya matahari yang pada saat itu jaraknya hanya sejengkal dari kepala kita.

Hidup itu memang sulit dijalani. Yah, kalau hidup itu indah dan selalu menyenangkan toh ga bakal ada orang-orang yang menyia-nyiakan hidupnya dengan mati bunuh diri.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,”Kami telah beriman”, sedangkan mereka tidak diuji?  Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui oang-orang yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. [Surah Al-Ankabut ayat 2-3]

Di saat ujian itu datang banyak manusia yang mendadak ingat akan Allah, ingat akan Tuhan. Lalu mulai mendekat pada-Nya dan memohon ampunan dari-Nya. Setelah ujian itu selesai dilalui, tak banyak yang berlagak bahwa dirinya hebat karena berhasil melalui semua itu dan melupakan kembali eksistensi Tuhan.

Di saat ujian itu datang pun tak sedikit manusia yang lemah iman tak tau harus kemana, harus berbuat apa. Mereka ini tergolong manusia-manusia yang tidak mempunyai pegangan hidup berupa iman dan terguncang atas problema yang dihadapinya sehingga mati bunuh diri.

Di saat ujian itu datang pun banyak yang–karena tidak kuat diuji Tuhan–marah dan merasa tidak adil dan menganggap orang lain juga mesti merasakan apa yang dia alami. Dan mereka menyakiti orang lain yang bahkan tidak mempunyai keterkaitan apapun terhadap penderitaan yang mereka alami.

Ingatlah:

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” [Surah Al-Baqarah ayat 286]

Semua ujian dan cobaan ini pasti ada jalan keluarnya. Sama halnya dengan soal ujian kalkulus yang memusingkan dan memacu otak untuk menemukan pemecahannya. Dan ketika kita menemukan jalan keluar itu, baru kita akan mengerti jalan cerita seperti apa yang telah dibuat Allah untuk kita.🙂

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. [Ar Ra’d ayat 28]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s