Perbandingan Perspektif dalam Perubahan Sosial

Perspektif Materialistis Perspektif Idealis Mekanisme Interaksional
Historis Awal mula berkembangnya perspektif materialistis dalam teori perubahan social dimulai dari Karl Marx yang menghimpun pandangan realistis mengenai mekanisme perubahan dalam pandangannya yang terkenal: “Kincir-kincir menimbulkan masyarakat feodal;  mesin uap menimbulkan masyarakat kapitalis-industri”. Selanjutnya hal tersebut dipelajari lebih jauh oleh Veblen. Ia melihat bahwa tatanan masyarakat sangat ditentukan oleh teknologi. Selanjutnya, Ogburn juga memusatkan perhatian pada perkembangan teknologi dan ia mengembangkan ide Veblen dan terkenal dengan “teori ketinggalan kebudayaan” dan penyesuaian tak terelakan dari factor-faktor kebudayaan vis-à-vis teknologi. Pendekatan Idealistik tercermin dalam pandangan Whitehead yang menyatakan bahwa “ ide umum selalu mengancam tatanan yang ada. Pendekatan idealistik ini terlihat jelas dalam pengaruh agama terhadap tata nilai dan kehidupan masyarakat dimana agama kristen sangat berpengaruh terhadap semangat kapitalisme. Terdapat empat pendirian yang berkembang dri teori idealistik. Pendirian pertma Aguste Comte adalah seorang idealis dalam pendekatannya terhadap perubahan sosial. Pendirian kedua Hege seorang tokoh filsafat idealis yang pling berpengaruh dengan menggunakan pandangan dialektika.  Pendirian ketiga perspektif idealistik yaitu aliran interaksionis dimana terdapat hubungan dari faktor ideal dan faktor materiil .  Pendirian yang keempat adalah variasi dari Marxis, idealis dan interksionis dimana faktor ide dan materiil berubah bersama-sama . Awal terbentuknya mekanisme interaksional ditandai dengan manusia yang dipandang sebagai makhluk sosial yang keberadaannya selalu diiringi dengan interaksi sosial didalamnya. Khaldun dan Marx melihat bahwa jalannya sejarah selalu didorong oleh konflik atarmanusia. Penemuan dan perhatian manusia terhadap konflik sudah ada sejak keagamaan kuno,dimana pada zaman itu perang antar dewa tidak hanya untuk melindungi tetapi merupakan sebuah keharusan untuk saling memerangi untuk membuktikan kemahakuasaan. Ideology sosial Darwinisme yang diterapkan pada tatanan sosial dimana evolusi sosial dan kultural sepenuhnya adalah hasil dari konflik antar kelompok sebagai usaha untuk mempertahankan hidup (yang terkuatlah yang menang dalam kehidupan sosial).
Tesisnya Veblen: pola keyakinan dan perilaku manusia , terutama dibentuk oleh cara mencari nafkah dan mendapatkan kesejahteraannya, yang selanjutnya adalah fungsi teknologi. Pemikiran dan perilaku manusia mencerminkan factor teknologi dan ekonomi. Perkembangan teknologi hanyalah salah aspek penting yang menentukan perubahan.

Ogburn: bila laju perubahan bagian-bagian yang saling tergantung dari satu kebudayaan tidak sama, maka kita berhadapan dengan kondisi ketertinggalan kebudayaan, dan penyesuaian selanjutnya “kurang memuaskan” dibandingkan dengan yang dicapai mula-mula. “ketidakmampuan menyesuaikan diri” berakibat bagi kualitas hidup manusia.

Aguste comte : sejarah manusia harus harus dipahami menurut sejarah pemikiran manusia. Aguste Comte menekankan prestasi msyrakat yang lebih beradab melalui peningkatan penggunaan nalar.

Hegel: dialektika adalah ciri universal dari realitas, dimana prinsip dari segala yang kita temukan dalam realitas dapat dipandangi sebagai contoh dari dialektika.

Bell: munculnya hak-hak baru akibat pemanfaatan kontradiksi antara ide dan realitas.

Brinton: Ide merupakan bagian dari situasi pra-revolusioner tanpa ide tak ada revolusi.

Weber : Ideologi umumnya dan ideologi agama secara khususnya dapat mempermudah perubahan.

Studi Wilson di Afrika Tengah yang menjelaskan bahwa konflik menimbulkan perubahan. Konflik terus-menerus antar ras menyebabkan orang Afrika menjadi sasaran ppolitik diskriminasi dan pada waktu yang bersamaan menjadi sasaran upaya peningkatan pendidikan dan penigkatan yang lainnya. Menurut Martindale konflik adalah mekasisme yang mendorong perubahan. Berawal dari timbulnya konflik memacu proses kreativitas yang akhirnya dapat membawa kepada perubahan. Kompetisi juga merupakan factor yang menyebabkan perubahan. Menurut studinya Barnett tentang inovasi, mengidetifikasikan kompetisi sebagai pendorong yang kuat dalam terjadinya perubahan. Dalam studi tentang kekerasan kolektif di Eropa, Tillys dkk mengemukakan kekerasan kolektif melembagakan perjuangan untuk mendapatkan kekuasaan, an bukan dari akibat keboborokan sosial.
Sumber-sumber Perubahan Inovasi teknologi yang masuk ke dalam masyarakat. Bisa berupa temuan alat-alat baru yang mempermudah pekerjan sehari-hari (seperti mesin uap) bisa juga bentuk-bentuk kelembagaan baru. Ada 3 jenis teknologi canggih:

  1. Sibernetika yaitu mengacu pada penerapan otomatisasi dan komputerisasi.
  2. Rekayasa social mengacu pada “penerapan sistematis pengetahuan dan teori tentang manusia dan pranata social untuk dijadikan pedoman dalam menyelewengkan transformasi manusia dan pranata social.
  3. Rekayasa biologis: sejenis upaya untuk mengendalikan diri manusia dan lingkungannya secara biologis.
Ide atau ideologi agama baik Kristen, Taonisme dan Budha, ideologi ekonomi, ideologi politik dan ideologi kebangsaan Konflik, kompetisi, dan kekerasan merupakan sumber-sumber yang menyebabkan terjadinya perubahan. Berawal dari interkasi antarmanusia, maka tidak menutup kemungkinan terjadinya konflik yang menimbulkan perubahan didalamnya. Dalam hal ini kompetisi juga memiliki peran penting dalam perubahan sosial, contohnya yang dialami oleh negara-negara maju, berbagai orgaisasi rumpil, seperti universitas, rumah sakit mencari keuntungan dalam area kompetisi. Selain itu, kompetisi juga menimbulkan kreatifitas dan inovasi yang nantinya membawa pada perubahan yang baru. Kekerasan tidak selalu menyebabkan perubahan, ada beberapa kekerasan yang terjadi tetapi tidak menghasilakan perubahan yang diharapkan.
Pola-pola Perubahan
  • Linear di mana perubahan terjadi tahap demi tahap, karena teknologi yang selalu berkembang.
Cyclical tetapi dalam jangka waktu yang panjang dapat membentuk pola linearss Mengalami pola perubahan yang dialektik, karena pola perubahan dialektik berkaitan dengan adanya kontradiksi dalam budaya dan struktur sosial, yaitu tidak hanya melibatkan konflik antara prinsip-primsip dan kecenderungan-kecenderungan (inner contradiction), tetapi juga bertentangan dengan kelompok-kelompok dalam masyarakat dengan kepentingan yang berlawanan.

2 thoughts on “Perbandingan Perspektif dalam Perubahan Sosial

  1. hem… nanti pas UAS dan uts mantep nich.. up date terus ya… ini akan sangat bermanfaat bagi sejuta ummmmat… hehe.. keep blogging (jaga ngeblg)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s