Teknik penulisan artikel media massa


Pengertian artikel

Di kalangan awam istilah artikel ditujukan kepada semua tulisan di media massa (surat kabar), termasuk di dalamnya berita. Di kalangan surat kabar istilah artikel mencakup pula tulisan yang berisi opini/pendapat. Artikel dibedakan dengan feature, karena artikel tidak memiliki struktur penulisan yang baku

DEFINISI artikel

Wolseley (1969):

Artikel merupakan karangan tertulis yang panjangnya tak tentu yang bertujuan untuk menyampaikan gagasan dan fakta dengan maksud untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur

Soeseno (1995)

Artikel (ilmiah populer/iptek populer) adalah tulisan yang berisi fakta berikut beberapa permasalahannya yang saling terkait, diikuti sikap dan pendirian subyektif penulis yang disertai argumentasi.

Argumentasi yang disampaikan penulis didasarkan pada teori keilmuan dan bukti-bukti lain (semisal data statistik, fakta, pendapat ahli) yang mendukung pendirian penulis

Artikel menceritakan, menggambarkan, menjelaskan sesuatu didasarkan pada argumentasi yang logis berdasarkan bukti-bukti yang teruji.

Mengapa perlu bukti?  Tujuannya adalah untuk menyakinkan pembaca terhadap apa yang dikemukakan penulis.

Pada penulisan artikel, unsur persuasi atau bujukan bukan hal penting, meskipun ada juga yang berpendapat artikel boleh mengandung unsur bujukan.

Ciri-ciri Artikel secara Umum:

  1. Artikel tidak memiliki struktur penulisan yang baku seperti feature, sehingga penulis lebih bebas mengungkapkan gagasannya.  Bagian pendahuluan, tubuh tulisan, dan penutup tidak begitu tampak.
  2. Tidak ada ketentuan yang penting didahulukan dan yang kurang penting disajikan belakangan.  Penulis artikel selalu beranggapan, bahwa apa yang disajikannya secara keseluruhan merupakan hal yang penting dan perlu diketahui oleh khalayak ramai.
  3. Tidak mengenal bentuk dan gaya penulisan yang standar karena lebih menekankan pada isi tulisan.  Sebagian bisa naratif, deskriptif, argumentative, atau ekpositori

DESKRIPSI

menggambarkan/melukiskan objek/keadaan yang sebenarnya  dan sejelas-jelasnya  melalui kata-kata dan kalimat (Keraf, 1994). menggambarkan tentang manusia, hewan, tanaman, benda, kejadian, keadaan, atau suasana (Rudatan, 2006). Yang digambarkan adalah karakteristik, ciri atau sifatnya . contoh: menggambarkan bentuk handphone atau notebook, menggambarkan hujan deras yang turun di siang hari; menggambarkan kondisi korban kecelakaan lalulintas, dsb.

NARASI

?  Cerita dari suatu kejadian atau peristiwa (KBBI)

?  Mengisahkan, menceritakan atau menuturkan  suatu kejadian atau peristiwa  berdasarkan urutan waktu sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat dan mengalaminya sendiri”  (Keraf ,  1994)

?  Unsur penting: berkaitan dengan perbuatan atau tindakan (bedakan dengan deskripsi proses pada model kronologis proses)

?  Menceritakan jalannya suatu peristiwa/kejadian atau telling a story (Bander, 1971)

EKSPOSISI

?  Memberikan keterangan atau penjelasan secara rinci melalui penyajian fakta-fakta atau gagasan-gagasan

?  Fungsi; untuk meyakinkan pembaca

?  Contoh:  menjelaskan  asal-usul bahasa, menjelaskan apa itu komunikasi non verbal, menjelaskan apa yang menjadi daya tarik seseorang, dsb.

ARGUMENTASI

?  Argumentasi menekankan kepada pembuktian suatu tesis atau proposisi

?  Memberikan alasan dari  pernyataan (kesimpulan)  yang kita buat — menjawab pertanyaan mengapa?

?  Banyak digunakan di dunia akademis atau ilmu

?  Tujuan; mempengaruhi sikap, pendapat, dan tindakan(bila mungkin)

Tesis

ž  Tesis :  pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen-argumen untuk dikemukakan

ž  Karya ilmiah mahasiswa pada hakekatnya merupakan tesis, meskipun istilahnya beda-beda (skripsi, tesis, disertasi)

ž  Kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh dari suatu penelitian disebut tesis karena telah dibuktikan kebenarannya

ž  Bila belum terbukti disebut hipotesis

Proposisi

ž  Proposisi adalah pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung di dalamnya

ž  Proposisi selalu berbentuk kalimat (kalimat deklaratif), tetapi tidak semua kalimat merupakan proposisi

ž  Kalimat tanya, perintah, harapan, dan keinginan bukan proposisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s