Sumberdaya (Goods)

KLASIFIKASI UMUM BARANG

1. Public Goods: sumberdaya alam/komoditas/barang yang memiliki excludability dan subtractability rendah. Contoh: cahaya matahari

2.  Private Goods: sumberdaya alam/komoditas/barang yang memiliki excludability dan subtractability tinggi. Contoh sawah, rumah pribadi

3.  Commons-Pool Resources (CPRs) : sumberdaya alam/komoditas/barang yang memiliki excludability rendah dan subtractability tinggi. Contoh: hutan, laut, air tanah, air permukaan, padang gembala dll

4.  Club Goods: sumberdaya alam/komoditas/barang yang memiliki excludability tinggi dan subtractability rendah. Contoh: udara dalam ruangan

Excludability: Mudah/tidaknya seseorang membatasi orang lain dalam memanfaatkan barang/sumberdaya alam

Subtractabilty: mudah/tidaknya sumberdaya alam/barang berkurang karena pemanfaatan (kemampuan dapat berkurang)

KARAKTERISTIK COMMONS-POOL RESOURCS


KARAKTERISTIK CPRs

Non Excludable: karena sangat besar sehingga biaya untuk membatasi akses orang lain sangat mahal.

Mungkinkah memagari laut, hutan, pantai dll agar orang lain tidak bisa masuk?

Subtractable dan non excludable merupakan dua karakteristik penting CPRs yang harus diperhatikan dalam pengelolaan CPRs. Kesalahan pengelolaan akan membawa pada pengurasan (depletion) atau degradasi.

 

Problem CPRs

  • Appropriation Problem,

Terkait dengan pemanfaatan CPRs yang non excludable dan subtractable

1.Appropriation externalities: kegiatan pemanfaatan oleh seseorang dapat mengurangi manfaat yang bisa diambil orang lain

2.Assigment Problems: ketidakmerataan alokasi manfaat CPRs yang dapat memicu konflik

3.Technological externalities: penggunaan suatu teknologi oleh seorang user CPRs akan meningkatkan biaya penggunaan technologi lain yang dipakai user lain

Mengatur user dan mengalokasikan resource unit yang subtractable scr adil

  • Provision Problem

Terkait dengan pemeliharaan dan peningkatan kapasitas atau menghindari degradasi produksi CPRs.

1. Demand side: pemanfaatan CPRs melebihi kapasitas produksi akan menurunkan kemampuan produktivitas CPRs memenuhi kebutuhan pengguna

2. Supply side: setiap individu memiliki insentif untuk menjadi free rider, ingin mendapat manfaat dari CPRs tapi tidak mau turut memelihara

Memaksa atau mengarahkan user agar ikut berpartisiasi dalam pemeliharaan/penjagaan CPRs.

The tragedy of the Commons

Artikel Garret Hardin yang terbit dalam Journal Science tahun 1968

Menggambarkan rezim pengelolaan sumberdaya alam akses terbuka (open access)  dimana setiap individu yang memiliki akses terhadap sumberdaya alam yang bersifat langka akan terdorong (incentive) untuk meningkatkan intensitas pemanfaatannya demi mendapatkan economic return dalam jangka pendek. Keadaan seperti ini akan menyebabkan setiap individu mendapatkan manfaat yang semakin berkurang —— the tragedy of the commons.

Ilustrasi Hardin:

Padang gembala yang bersifat subtractable jika dikelola dengan akses terbuka akan mendorong setiap penggembala menambah hewan ternaknya untuk mendapatkan manfaat lebih banyak dari setiap penambahan hewan ternak. Jika tanpa kendali, situasi ini akan menyebabkan padang rumput tidak mampu mencukupi kebutuhan pakan ternak. Ternak akan kurus bahkan mati sehingga peternak mengalami kerugian — ini sebuah tragedi kebersamaan

Prisoner’s Dilemma Game

Dua napi (A dan B) melakukan kejahatan bersama. Keduanya  ditahan pada dua tempat yang berbeda dan satu sama lain tidak terjadi komunikasi. Kedua napi diinterogasi dan dihadapkan pada pilihan-pilihan sebagai berikut: 1) jika salah satu mengaku (misalkan A) yang lain (B) tidak, maka yang mengaku (A) akan bebas, yang tidak (B) akan dihukum 20 tahun; 2) jika A dan B mengaku, keduanya akan dihukum 10 tahun; 3) jika keduanya tidak mengaku, masing-masing akan dihukum 5 tahun.

Sebuah permainan yang menggambarkan prilaku manusia yang jika dihadapkan pada pilihan-pilihan akan cenderung pada pilihan yang lebih menguntungkan diri sendiri dan mengenyampingkan kerjasama untuk mencapai kepentingan bersama.

Terjadinya tragedi of the commons dikarenakan setiap individu mengutamakan kepentingan diri sendiri dan mengesampingkan kerjasama.

The Logic of Collective Action

Logikanya sebagai berikut:

sekelompok orang yang terhimpun dalam sebuah grup, dimana masing-masing berfikir rasional dan memiliki kepentingan pribadi, akan susah bekerjasama mencapai tujuan bersama yang ditargetkan oleh grup tersebut keculi jika grup itu sangat kecil sehingga antar anggotanya bisa terjadi komunikasi yang intense.

Maksudnya:

manusia cenderung bertindak mementingkan dirinya masing-masing sampai ada pihak yang memaksanya atau mengarahkannya bertindak demi kepentingan bersama.

2 thoughts on “Sumberdaya (Goods)

  1. salam kenal ya mbak,
    senang membaca blognya mbak ini.
    saya ada sedikit koreksi ketikan pada CPRs problem dilemma dimana disitu tertulis prisenor yang betulnya adalah prisoner dilemma.
    nampaknya banyak kesamaan materi mengajar kita, saya juga mengajar sosiologi, ekonomi kelembagaan, organisasi dan kepemimpinan. saya akan segera juga luncurkan web-blog untuk ajang pertukaran informasi. nanti saya kabari lagi.
    salam dari Padang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s