Sistem Pers

Social Responsibility Press (pers tanggungjawab sosial): Teori ini muncul pada abad ke 20 sebagai protes terhadap pers liberal. Teori ini lahir dari laporan “Komisi Hutchins” tahun 1947 yang menyatakan pentingnya pers dan masyarakat modern memiliki tanggungjawab sosial

Sistem Pers Pembangunan

Muncul pada tahun 1960-an di negara-negara berkembang misalnya di Asia, Afrika dan Amerika latin.  Sistem ini menganut prinsip:

  1. Media seyogyanya menerima dan melaksanakan tugas-tugas positif sesuai dengan kebijakan nasional yang ditetapkan
  2. Kebebasan media perlu dibatasi sesuai dengan prioritas ekonomi dan kebutuhan masyarakat akan pembangunan
  3. Isi media perlu memprioritaskan kebudayaan dan bahasa nasional
  4. Media perlu memprioritaskan isi berita dan informasinya kepada negara-negara berkembang lainnya yang memiliki kedekatan secara geografis, budaya dan politik
  5. Wartawan dan pekerja media lainnya mempunyai tanggungjawab dan kebebasan dalam menjalankan tugasnya mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi
  6. Demi kepentingan pembangunan, negara berhak ikut campur atau mengeluarkan pembatasan-pembatasan, dan pengoperasian media, melakukan penyensoran, memberikan subsidi dan pengendalian secara langsung dapat dibenarkan.

Sistem Pers Demokratis Partisipan

Sistem ini dikembangkan di negara-negara yang menganut paham liberal. Sistem ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat secara lebih egaliter. Sistem ini juga merupakan reaksi atas pola komersialisasi, monopoli pemilikan media dan sentralisisme dan birokrasi lembaga-lembaga siaran publik.

ciri-ciri:

(1).   Setiap individu warga negara dan kelompok minoritas berhak untuk memperoleh akses terhadap media dan hak untuk dilayani sesuai kebutuhan yang mereka tentutkan sendiri

(2).  Organisasi dan isi media tidak perlu tunduk pada pengendalian birokrasi negera atau sentral kekuasaan politik

(3).   Eksistensi media terutama lebih ditujukan untuk kepentingan khalayaknya, bukan untuk kepentingan organisasi media, kalangan profesional atau klien media

(4).   Organisasi-organisasi, kelompok-kelompok dan komunitas lokal hendaknya memiliki media sendiri

(5).   Bentuk-bentuk media berskala kecil, interaktif dan partisipatif lebih baik ketimbang media berskala besar, satu arah dan profesional

(6).   Kebutuhan sosial tertentu yang berhubungan dengan media massa, tidak cukup hanya diungkapkan melalui tuntutan konsumen perorangan, tidak juga melalui negara dan berbagai lembaga utamanya.

(7).   Komunikasi terlalu penting untuk hanya diserahkan kepada kalangan ahli.

One thought on “Sistem Pers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s