KRITIK TERHADAP KOMUNIKASI PEMBANGUNAN PARADIGMA DOMINAN DAN ALTERNATIFNYA


Pengaruh Akademis dan Historis yang utama terhadap PMD (Konvensional)

Revolusi Industri tahun 1800an di Eropa dan Amerika (dan berulang di Eropa setelah PD II) mengesankan bahwa industrialisasi dianggap jalur utama menuju pembangunan. NSB  (yang pada tahun 1950-an dan 1960-an masih terbelakang dianjurkan para perencana pembangunan melakukan industrialisasi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi. Kuncinya: Teknologi Padat Modal

Teknologi Padat Modal (TPM):

NM memiliki TPM sementara NSB tidak memilikinya. Negara Maju (NM) Perkenalkan TPM kepada NSB, nanti mereka jadi NM juga.  Teknologi sosial akn menyertai TPM (fisik). Penelitian Ilmu-ilmu Sosial ditujukan untuk mengidentifikasi variabel2 individu ® memodernkan orang melalui media massa. Modal diperlukan TPM: disediakan pemerintah nasional, pengusaha lokal, bantuan & pinjaman internasional

Pertumbuhan Ekonomi:

Semua manusia homo economicus, sehingga motif profit (rasionalitas ekonomi) dipandang menjadi pendorong perubahan perilaku dalam skala besar untuk menggerakkan pembangunan

  • Menimbulkan (aggregate bias): pemba-ngunan itu harus direncanakan dan dilaksanakan oleh pemerintah nasional.
  • Pusat penentu pembangunan masyarakat lokal (top down). Pembangunan otonom dianggap tidak cocok, dinilai lamban.
  • Pertumbuhan dianggap “unlimited”

Para ahli ekonomi pengendali utama pembangunan.

Mereka mendefinisikan masalah-masalah keterbelakangan terutama dari sudut pandang  ekonomi ® memegang tanggung-jawab dalam pembangunan. Perencanaan pembangunan ekonomi yang  terpusat diterima sebagai hal yang sah dan masuk akal untuk mencapai tujuan-tujuan  pembangunan.

NSB di Asia, Afrika dan Amerika Latin membentuk “BAPPENAS” : beranggotakan ekonom dan bankir.® REPELITA  dibantu Kelompok Penasehat Pembangunan Harvard dan Bank Dunia.

Pengaruh Akademis dan Historis yang utama terhadap PMD (Konvensional)

  • Kuantifikasi:

Ukuran keberhasilan pembangunan menggunakan indikator PDB (GNP): pendapatan per capita. Mengandalakan perspektif jangka pendek 10 – 25 tahun.

  • Menyebabkan:
  • Belum ada ungkapan kualitas hidup.
  • Padahal India, Cina, Persia dan Mesir merupakan pusat peradaban masa lalu. Yang kekayaan budayanya memberi dasar bagi kebudayaan Barat kontemporer..
  • Sedikit memberikan perhatian pada pemerataam hasi;-hasil pembangu-nan.

4 Unsur Utama Paradigma Pembangunan Model Dominan   (Everett M. Rogers,1976)

  1. Pertumbuhan  ekonomi => melalui industrialisasi dan urbanisasi yang eqivalen dng Revolusi Industri
  2. Teknologi padat modal => teknologi yang menyerap  (ekstensif) tenaga kerja, utamanya teknologi yang diimpor dari negara berkembang (maju)
  3. Perencanaan Terpusat => terutama oleh para ekonom dan bankers, dalam upaya memandu dan mempercepat proses pembangunan.
  4. Kepercayaan:  Sebab2 Keterbelakangan NSB => Dianggap terletak pada aspek internal NSB, bukan karena hubungan eksternalnya dengan negara2 lain.

Kritik terhadap Paradigma Pembangunan yang Dominan:

  1. Etnosentrisme Intelektual
  2. Mendefinisikan Kembali Sebab2 Keterbelakangan
  3. Teknologi Kecil Dan Ekonom Radikal

1. Etnosentrisme Intelektual

  • Kritik ini terutama berhubungan dengan dua faktor pertama PPM: pertumbuhan ekonomi dan teknologi pada modal
  • Paradigma dominan menjelaskan transisi NSB (developing countries)  dari masyarakat “tradisional” ke modern: dengan merubah masyarakat, menanamkan nilai2  dan kepercayaan baru ®  Menjadikan NSB seperti negara  maju atau NM (developed countries) yaitu menjadi negara industri baru (new industrialized countries).
  • NM mengendalikan aturan permainan pembangunan, neraca pembayaran dan nilai tukar mata uang lebih ditentukan di New York, London, Washington; agen donor internasional yang disponsori  negara-negara kaya.

Kritik Para Ahli

  • Tulisan2 teoritis tentang modernisasi periode PD II mengikuti logika “penyalahan individual”, yang dalam pengertian kebudayaan menjadi sangat etnosentrisme & sempit.
  • Para ahli Barat: Walt Rostow, E.Hagen dan David McClelland seringkali menggunakan data dasar yang kurang kuat untuk mendukung konsepsualisasinya (Rogers, 1976).
  • Para teoritisi  ekonomi, lebih dari ilmuwan sosial lainnya, sejak lama merasa yakin telah mencapai preposisi umum dan menyatakan absah bagi segala waktu, tempat dan kebudayaan manapun (Myrdal, 1968:16)
  • “Teori Pembangunan Barat ….bukanlah suatu kerangka intelektual yang tepat….karena ia terlalu menekankan pada faktor2 internal masyarakat Asia dan menolak faktor2 eksternal sebagai penyebab keterbelakangan” (Inayatullah).
  • Ada bias menyepadankan Eropa Barat dahulu dengan negara2 yang sedang berkembang sekarang 1970-an dalam kaitannya dengan industrialisasi.
  • Industrialisasi di Eropa Barat dulu didukung kolonisasi (penjajahan) terhadap bangsa lain, yang menjadi sumber bahan mentah dan pasaran  hasil; sekarang tidak mungkin lagi menjalankan  kolonisasi.
  • Teknologi padat modal dan ekstensif tenaga, hanya cocok untuk negara maju, karena mereka mampu mencipta sedang negara terbelakang harus membeli sedang modal terbatas dan tenaga berlimpah.
  • Paradigma pertumbuhan ekonomi menggunakan asumsi bahwa manusia itu “homo-economicus”,
  • Ukuran pertumbuhan ekonomi yang keberhasilannya diukur oleh PDB tidak cocok untuk semua bangsa; ada hal2 lain yang harus dicapai: kualitas hidup, termasuk kebebasan,keadilan, kemerataan, ketentaraman dll.
  • Perencanaan terpusat menimbulkan “agregate bias”, yang memen-tingkan “masyarakat nasional” dan kurang mementingkan “masyarakat lokal” atau masyarakat daerah”;
  • Arus kebijakan dan tindakan yang  “top down””.

2. Mendefinisikan Kembali  Sebab-sebab Keterbelakangan

  • Model2 pembangunan Barat mengasumsikan keterbelakangan di NSB karena faktor internal bukan eksternal. Sebab2nya a.l.:

–      Kesalahan2 sendiri:petaninya tradisional, fatalistik dan umumnya tidak responsif pada inovasi

–      Akibat kondisi struktur sosial  dalam negeri  (birokrasi pemerintahan yang semrawut, sistem tata guna tanah yang tidak adil, dsb).

Kritik Para Ahli

  • Model Pembangunan Barat dan bantuan teknik Eropa-Amerika kurang melihat arti penting kendala eksternal dalam pembangunan suatu bangsa.
  • Padahal banyak kendala eksternal: penjajahan, peraturan perdagangan internasional, imperalisme ekonomi, keter- gantungan pada bantuan internasional, kapitalisme seba- gai penyebab utama pemerasan, ketimpangan,  keterbe-lakangan, dsb.
  • Diawali Konferensi Stokholm mengenai Lingkungan Hidup Manusia 1972 ; Konferensi Roma tentang Pangan dan Konferensi kependudukan Dunia  1974 : NSB bekerja-sama menyatakan bahwa penyebab keterbelakangan sebagai masalah eksternal dan dari dalam diri NSB.

3. Teknologi Kecil & Ekonom Radikal

  • Para perencana Barat atau yang dididik di Barat yang bekerja di negara miskin diajar untuk berfikir dalam skala kecil, memandang pelaksanaan padat karya adalah sesuatu yang tidak efisien, jenis investasi yang memperlambat pertumbu-han ekonomi (Owens dan Shaw, 1974:2)
  • Asumsi awal bahwa paradigma dominan tentang pemusatan kepada teknologi juga mulai dipertanyakan.

Padahal filsafat Mao:

“Tidak membiarkan mesin-mesin dan birokrasi yang menyertainya mengendalikan manusia, melainkan berusaha agar teknologi membantu dan diawasi oleh manusia” (Rifkin,1975).

  • Revolusi hijau yang semula diharapkan mengatasi permasalahan sosial manu-sia, berdampak pada memperlebar kesenjangan antara: petani kaya dan miskin, serta antara pemerintah dengan masyarakat.
  • Perbaikan pertanian tidak mampu menyelesaikan masalah petani yang terbelakang (Owens dan Shaw)
  • Publikasi Small is Beautiful (E.F. Schumacher, 1973)
  • Mendukung “teknologi madya sebagai kontribusi tepat bagi NSB: di Afrika, Asia dan Amerika Latin.
  • Kritik terhadap “Teori linier dari komponen2 yang hilang” yang dikemukakan Rostow.
  • Munculnya teori radikal : Dependency Theory (Teori Ketergantungan) dari Andre Gunder Frank: ketergantungan negara2 miskin terhadap negara kaya dan “penjajahan domestik oleh kaum imperialis perkotaan.  Dia menyatakan bahwa kapitalisme sebagai penyebab utama pemerasan, ketimpangan dan keterbelakangan.

4. Jalan Alternatif Menuju Pembangunan

  1. Kemuakan ekologis sehubungan dengan pencemaran lingkungan, menimbulkan pertanyaan apakah itu model ideal pembangunan.
  2. Krisis minyak dunia membuktikan bahwa beberapa NSB dapat mengatur percaturan internasional dan menjadikan mereka kaya. Keterlepasan dari kemiskinan –meskipun ada bantuan dari NM- membantah asumsi sebelumnya bahwa penyebab keterbelakangan adalah aspek internal NSB.
  3. Dibukanya hubungan dengan RRC,  memungkinkan negara lain mempelajari lebih rinci keberhasilan RRC: KB dan Kesehatan, menunjukkan adanya alternatif dari PMD.
  4. Fakta yang mengecewakan: pembangunan di NSB tidak terlalu berhasil: semakin terpusatnya kekuasaan, kurang pangan dll. Menunjukkan PMD banyak kelemahannya.

Unsur-unsur Pembangunan Baru

  1. Pemerataan penyebaran informasi, keuntungan sosial ekonomi dan lainnya.
  2. Partisipasi masyarakat dalam perncanaan dan pelaksanaan pembangunan biasanya dibarengi desentralisasi kegiatan tertentu di pedesaan.
  3. Berdikari dan mandiri dalam pembangunan dengan suatu penekanan potensi sumberdaya lokal.
  4. Perpaduan antara sistem tradisional dengan modern sehingga modernisasi adalah sinkretisasi antara pemikiran lama dan baru, dengan pertimbangan yang berbeda untuk setiap daerah.

Pandangan Alternatif terhadap Paradigma Pembangunan yang Dominan (PDP)

Tabel. Alternatif-alternatif yang sedang tumbuh bagi Paradigma Dominan (Rogers, 1976;1985)
Pemberdayaan Komunitas

Proses yg disengaja & terus-menerus yang berpusat pada komunitas lokal, yang dilandasi saling menghargai, refleksi kritis, kepedulian, partisipasi kelompok, agar golongan marjinal memperoleh akses dan kontrol terhadap sumberdaya.

Perbandingan Komunikasi Pembangunan : Paradigma Modernisasi dan Pemberdayaan

Model Integratif dari Komunikasi Untuk Perubahan Sosial (Figueroa dkk. 2002)

•Menggambarkan model komunikasi pembangunan yang siklikal, relasional dari suatu proses dan bersifat timbal balik diantara komponen2nya.

• •Pembangunan diawali KATALIS yang mendorong DIALOG KOMUNITAS dan TINDAKAN KOLEKTIF yang prosesnya dipengaruhi DUKUNGAN DAN HAMBATAN EKSTERNAL sehingga menimbulkan PERUBAHAN INDIVIDU DAN SOSIAL serta DAMPAK PADA TINGKAT MASYARAKAT

Model Figuerora dkk. 2002

KATALIS

– Stimulus Internal

– Agen Perubahan

– Inovasi

– Kebijakan

– Teknologi

– Media Massa

DIALOG KOMUNITAS

• •Pengenalan masalah

•Identifikasi serta pelibatan pemimpin dan pemangku kepen tingan (stakeholder)

•Klarifikasi persepsi

•Pengungkapan  kepentingan bersama dan individu

•Visi masa depan

•Penilaian kondisi saat ini

•Latar belakang tujuan

•Pilihan2 tindakan

•Konsensus tindakan

•Rencana Tindakan

TINDAKAN KOLEKTIF

    • Pembagian tanggungjawab (individu2, kelompok2 komunitas, kelompok kerja bentukan dll)
    • Mobilisasi organisasi (media, kesehatan, pendidikan, keagamaan dll)
    • Implementasi
    • Hasil
    • Evaluasi partisipatif (perbandingan hasil dengan tujuan)

Dapat Menyebabkan:

1. PERUBAHAN SOSIAL

  • Kepemimpinan
  • Derajat & kesamaan Partisipasi
  • Kesamaan informasi
  • Kepercayaan diri secara kolektif
  • Perasaan memiliki
  • Kohesi Sosial
  • Norma sosia

2. PERUBAHAN INDIVIDU

–      Ketrampilan

–      Gagasan

–      Maksud

–      Perilaku

Hambatan dan Dukungan Eksternal

  • Bencana Alam
  • Konflik (bersenjata, tawuran dll. yang dapat mempenga-ruhi warga untuk tidak atau berpartisipasi dalam Dialog Komunitas dan Tindakan Sosial)

Berhubungan timbal balik dengan dialog komunitas dan tindakan kolektif.

2 thoughts on “KRITIK TERHADAP KOMUNIKASI PEMBANGUNAN PARADIGMA DOMINAN DAN ALTERNATIFNYA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s