KONSEP DASAR INVESTASI


Pengertian investasi:

  • “Penempatan dana/Penukaran uang dengan bentuk-bentuk kekayaan lain selama periode tertentu, yang diharapkan dapat memperoleh penghasilan dan/atau meningkatkan nilai investasi”
  • “Penundaan konsumsi dari masa sekarang untuk masa yang akan datang, yang didalamnya terkandung risiko, untuk itu dibutuhkan suatu kompensasi atas penundaan tersebut, dalam bentuk keuntungan”

Alasan Perlunya Investasi:

  1. Adanya tujuan keuangan yang ingin dicapai
  • Membeli Rumah
  • Menyiapkan Pendidikan Anak
  1. Tingginya biaya hidup saat ini
  2. Naiknya biaya hidup dari tahun ke tahun
  3. Keadaan perekonomian tidak akan selalu baik
  4. Fisik manusia tidak selalu sehat
  5. Menyiapkan Pensiun
  6. Menyiapkan Dana untuk Diwariskan
  7. Banyaknya alternatif produk keuangan

Faktor Yang Mempengaruhi Pilihan Investasi

  1. Usia
  2. Profil risiko / filosofi
  • Risk Seeker
  • Risk Moderate
  • Risk Averter
  1. Pajak
  2. Likuiditas atau keamanan
  3. Situasi ekonomi internasional
  4. Situasi ekonomi nasional
  5. Situasi Industri
  6. Sains dan Teknologi
  7. Siklus dan Tren

Jenis-jenis Resiko Investasi:

1.            Risiko likuiditas (marketability / liquidity)

Apakah investasi yang kita pilih dapat dijual dengan cepat?

2.            Risiko investasi (investment risk)

berhubungan dengan kemungkinan memperoleh hasil investasi yang rendah atau malah minus terhadap produk tanpa risiko (risk free asset)

Don’t put all your eggs in one basket”

3.            Risiko gagal/ wanprestasi (default)

Risiko yang disebabkan peminjam/penerbit instrumen investasi tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran sesuai dengan yang dijanjikan/ disepakati pada waktunya.

(Risiko yang membuat suatu investasi tidak ada harganya lagi)

4.            Risiko Kredit (Credit)

berkaitan dengan kredibilitas dalam pelunasan utang. Risiko kredit tinggi berarti stabilitas keuangan investasi tsb menurun

5.            Risiko pajak (tax)

berkaitan dengan kewajiban perpajakan yang timbul dari aktivitas investasi yang dilakukan.

6.            Risiko inflasi (Inflation)

berkaitan dengan adanya potensi penurunan riil nilai pokok investasi dan hasil investasi di masa depan.

7.            Risiko Bunga (interest rate)

berkaitan dengan tingkat suku bunga (Suku bunga menurun : tabungan dan deposito turun; suku bunga naik : harga obligasi turun)

8.            Risiko Mata Uang (currency)

berkaitan dengan nilai mata uang negara lain dalam hubungannya dengan mata uang dalam negeri (Indonesia)

9.            Risiko politik (politic)

berkaitan dengan kondisi politik suatu negara (misalnya pemberontakan, kerusuhan, dll)

10.Risiko pasar (market)

berkaitan dengan mekanisme pasar dimana investasi kita berada.

Mis. jika permintaan atas US$ tinggi, maka nilai US$ akan meningkat

11.Risiko karena suatu hal (event)

berkaitan dengan keadaan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya dari sudut pandang ekonomi.  Contohnya peledakan bom di BEJ secara langsung mempengaruhi pasar saham.  Atau contoh lain, adanya penemuan yang mengubah standar regulasi suatu produk

12.Risiko Investasi dibayar lebih cepat (prepayment)

risiko yang dihadapi investor dalam kemungkinan mendapatkan pengembalian pokok investasi lebih awal dari jangka jatuh tempo, sehingga nilai yang diterima lebih rendah

13.Risiko Investasi dibayar lebih lambat

Risiko dimana investasi dikembalikan/dibayar lebih lama dari jangka waktu yang ditetapkan sebelumnya

14.Risiko kesempatan (opportunity)

Risiko yang terjadi ketika kita menginvestasikan uang pada satu jenis investasi dan kehilangan kesempatan untuk menginvestasikannya pada jenis investasi lainnya.

Jenis Resiko

RISIKO NON SISTEMATIK (Unsystematic Risk)

Diversifiable Risk

– Risiko Bisnis (Business Risk)

– Risiko Finansial (Financial Risk )

– Risiko Likuiditas (Liquidity Risk)

– Risiko cidera janji (default risk)

– Risiko Negara (Country Risk)

RISIKO SISTEMATIK (Systematic Risk)

Non Diversifiable Risk

– Risiko Tingkat Suku Bunga (Interest Rate Risk)

– Risiko Nilai Tukar Mata Uang (Exchange Risk)

– Risiko Pasar (Market Risk)

– Risiko Inflasi (Inflation Risk)

Bila kita melakukan investasi, ada dua

pilihan:

  • melakukan investasi secara periodik,
  • melakukan investasi sekali saja.

Investasi secara periodic

  • Melakukan investasi secara rutin. (setahun sekali, enam bulan sekali, sebulan sekali, dsb)
  • Sangat ampuh untuk mengejar target dana yang besar kelak.
  • Tidak perlu memiliki jumlah dana yang besar pada saat ini, tapi cukup menyisihkan sebagian kecil penghasilan untuk diinvestasikan ke dalam sebuah produk investasi.
  • Berinvestasi secara periodik sama seperti seorang tukang bangunan yang sedang membuat dinding, hanya bedanya, dengan berinvestasi, akan diperoleh bunga. Sementara tukang bangunan tsb, tidak mendapatkan ‘bunga’. Yang ia lakukan hanyalah seperti menabung ke dalam celengan secara rutin.

Investasi sekali saja

  • Cukup memasukkan uang sekali saja ke dalam sebuah produk investasi.
  • Misalnya, deposito, diendapkan selama sepuluh tahun. Setiap tahun, akan diperoleh bunga yang bisa ditambahkan ke uang pokok. Kemudian didepositokan lagi sehingga bunganya makin lama makin besar. Tapi, selama itu kita tidak pernah menyentuhnya, sampai selama sepuluh tahun. Setelah sepuluh tahun, kita akan memiliki dana dalam jumlah yang besar.
  • Berinvestasi secara lump sum ibarat naik ke sebuah gunung bersalju. Dari atas, kita ambil sekumpulan salju lalu membentuknya menjadi sebuah bola. Setelah itu, kita lepaskan bola salju itu dari atas, untuk digelindingkan ke bawah. Apa yang terjadi?

Jenis-jenis Investasi

  1. Investasi pada aktiva riil (real asset)

n investasi pada aktiva yang bisa terlihat dan dapat diukur dengan jelas, misalnya membeli tanah, rumah, emas, dsb

n risikonya relatif lebih kecil karena aktivanya riil, tetapi tingkat pengembaliannya juga relatif lebih kecil daripada aktiva keuangan

  1. Investasi pada aktiva keuangan (financial asset)

n Dilakukan pada aktiva bersifat keuangan seperti deposito, saham, obligasi, dan derivatif dari saham

n Risikonya umumnya lebih tinggi dari investasi riil karena investor hanya akan mendapatkan surat bukti misalnya sertifikat reksadana atau pencatatan sebagai pemegang saham

n Diperdagangkan pada dua kategori berdasarkan lamanya masa berlaku instrumen :

n  Instrumen aktiva keuangan yang kurang dari 1 tahun diperdagangkan di Pasar Uang, misalnya Sertifikat Bank Indonesia (SBI), NCD, Commercial Paper

n  Instrumen yang bersifat jangka panjang diperdagangkan di pasar modal seperti obligasi, saham, derivatif saham, dan reksadana

Investasi Aset Nyata:

1.  Emas

n  Merupakan komoditas yang sangat diminati masyarakat termasuk di Indonesia

n  Contoh pergerakan harga emas :

n November 1996 : Rp 28 ribu/gram,

n Juli 1998 : Rp 140 ribu/gram à Meningkat 400 % !

n April 2008, hampir mencapai Rp 300 ribu/gram

n  Harga emas dipengaruhi oleh harga minyak dunia dan nilai tukar US$

Kelebihan Emas:

  1. Tingkat investasinya sangat likuid, setara dengan uang tunai
  2. Hasil penjualan lebih tinggi daripada aset-aset lain

Kekurangan Emas:

  1. Harga emas di Indonesia sering berpatokan pada kurs nilai tukar US$

à harga emas bisa naik turun

  1. Perhiasan emas yang nilai artistiknya cukup tinggi, justru berpotensi mengalami kerugian (karena ketika menjual kembali, ongkos pembuatan tidak dihitung)
  2. Rentan dicuri orang, baik di rumah, jalan/ dimana saja

Tips berinvestasi pada emas :

n  Beli emas dengan kadar yang tinggi, seperti 22 karat atau 24 karat

n  Beli emas jenis batangan atau koin yang dikeluarkan oleh produsen pencetak emas di Indonesia yang disertai sertifikat.  Carilah yang satuan gramnya kecil, misalnya 10gr, 20gr, dst

n  Jika membeli emas dalam bentuk perhiasan, belilah yang modelnya sederhana yang biaya pembuatannnya tidak tinggi.

  1. Berlian
  • Nilai berlian dilihat dari beberapa sisi :
  • Pengolahan barang mentah yang bagus (hampir tanpa cacat/flawless)
  • Dilihat dari warna permata tersebut
  • Sertifikat dari Gemologist Institute of America (GIA) dapat membantu mengklasifikasi batu-batu tersebut
  • Desain yang menarik
  • desain yang menarik dipadu cutting dan polesan akhir yang baik akan menghasilkan permata yang berkilau, memantulkan cahaya yang unik, dan menampilkan citra yang amhal
  • Prinsip 4 C : carat, clarity, color, dan cutting
  1. Properti
  • Tanah
  • Cek status tanah
  • Cek fisik ke lokasi tanah secara berkala
  • Cek rancangan tata kota di sekitar tanah
  • Hunian
  • Perumahan (rumah tinggal biasa, town-house, apartemen)
  • Perkantoran/ruang usaha (kios, ruko/rukan, ruang kantor)
  • Sewaan
  • Kos
  • Kantor bersama

Klasifikasi Infestasi Aset Keuangan

n  Instrumen Pasar Uang

n  Surat Berharga Pasar Modal dengan Pendapatan Tetap (Obligasi)

n  Efek yang Bersifat Ekuitas (Saham)

n  Derivatif

n  Reksadana

 

Istilah Umum Dalam Investasi Sekuritas

n  Efek
Efek adalah surat berharga atau security, bentuknya bermacam macam dari surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham, obligasi,dll

n  Bursa Efek

Pasar tempat bertransaksi efek

n  Emiten (issuer)
Emiten ialah pihak yang melakukan penawaran umum, ketika sahamnya dicatatkan di bursa efek, emiten itu kemudian menjadi perusahaan publik (pubic corporation)

n  IPO ( initial Public Offering)
IPO adalah kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh emiten untuk menjual efek pada masyarakat.

n  Perusahaan efek (Security company)
Pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi efek, perantara pedagang efek, atau manajer investasi.

n  Perantara pedagang efek ( security broker)
Security broker adalah perantara bagi investor untuk melakukan kegiatan jual beli efek, baik untuk kepentingan sendiri maupun pihak lain.

n  Manajer investasi ( Investment manager)
Adalah orang yang mengelola portofolio efek untuk nasabah , atau mengelola porofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah.

n  Kustodian (custodian)
Pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek. Lembaga ini juga menerima jasa lain termasuk menerima dividen, bunga dan hak-hak lain menyelesaikan transaksi efek.

n  Anggota bursa efek ( stock exchange member)
Perantara pedagang efek yang telah memiliki izin usaha dari badan pengawas pasar modal (BAPEPAM)

Instrumen Pasar Uang

n  Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

Jangka waktu 1, 2, 3, 6 dan 12 bulan

n  Negotiable Certificate of Deposit (NCD)

Jangka waktu 1 sampai 12 bulan

n  Commercial Paper (CP)

Jangka pendek dan jatuh tempo sampai dengan 270 hari

n  Repurchase Agreements (Repo)

Perjanjian kontrak dua pihak

n  Medium Term Note (MTN)

Jangka waktu 1 smpai 5 tahun

B. 2.SURAT BERHARGA PASAR MODAL DENGAN PENDAPATAN TETAP (OBLIGASI)

Karakteristik:

  • Jangka waktu jatuh tempo lebih dari 12 bulan
  • Membayar bunga tetap (coupon rate) secara berkala (3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun sekali) selama masa berlaku,
  • Pada saat jatuh tempo investor menerima nilai pari / nilai nominal dari obligasi beserta bunga/kupon terakhirnya.

B.3. EFEK YANG BERSIFAT EKUITAS (SAHAM)

Keuntungan investasi pada saham:

  • Kenaikan harga saham (Capital Gain), karena:

– kondisi ekonomi global dan domestik yang membaik

– Meningkatnya kinerja perusahaan

  • Dividen

Ada 2 jenis Saham:

  • Saham Biasa (Common Stock)
  • Saham Preferen (Preferred Stock)

B.4. DERIVATIF

“ Kontrak yang menyatakan klaim legal terhadap nilai turunan dari efek (aset) utama, yang belum dimiliki”

Ada dua jenis derivatif penting:

n  Opsi (Options)

– Call Option

– Put Option

Futures (Kontrak Berjangka)

B.4.1. DERIVATIF – OPSI

Pengertian:

Kontrak yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang kontrak untuk membeli (call

option) atau menjual (put option) suatu aset tertentu dengan harga tertentu (strike price/exercise price) dalam jangka waktu tertentu.Waran adalah salah satu bentuk call option, dimana asetnya berbentuk saham yang diterbitkan oleh perusahaan.

B.4.2. DERIVATIF – FUTURES

Pengertian:

Kontrak berjangka antara dua pihak yang menyetujui untuk melakukan transaksi jual/beli atas suatu aset (komoditas pertanian, finansial) dengan harga tertentu pada suatu waktu tertentu di masa datang. Pihak pembeli disebut pemegang long position sedangkan  pihak penjual disebut short position.Futures dilakukan untuk melakukan hedging (lindung nilai) atau pengurangan risiko.

B.5. REKSADANA

n  Reksadana Pasar Uang (RDPU)

100% investasi pada efek pasar uang

n  Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT)

80% investasi pada efek bersifat hutang jangka panjang (obligasi)

n  Reksadana Saham (RDS)

80% investasi pada efek bersifat ekuitas (saham)

n  Reksadana Campuran (RDC)

Kombinasi investasi pada saham, obligasi dan pasar uang.

Diversifikasi

n  Diversifikasi adalah sebuah strategi investasi dengan menempatkan dana dalam berbagai instrumen investasi dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda, atau strategi ini biasa disebut dengan alokasi aset (asset allocation). Alokasi aset ini lebih fokus terhadap penempatan dana di berbagai instrumen investasi.

n  Diversifikasi bertujuan untuk mengurangi tingkat risiko dan tetap memberikan potensi tingkat keuntungan yang cukup

Sebagai contoh, bila Anda memiliki dana sebesar Rp250 juta dan menempatkan seluruh dana dalam instrumen deposito yang memberikan bunga sebesar 7%, selama 25 tahun, maka dana tersebut akan berkembang menjadi sekitar Rp1,35 miliar. NAMUN jika Anda membagi dana sebesar Rp250 juta tersebut dalam 5 bagian seperti berikut ini:

  1. Rp50 juta pertama untuk membeli undian. Seperti orang lain, yang juga membeli undian, Anda kehilangan semua dana tersebut. Setelah 25 tahun, dana sebesar Rp50 juta menjadi “nol”.
  2. Bagian kedua, menempatkan Rp50 juta di bawah bantal. Setelah 25 tahun, nilainya tetap Rp50 juta.
  3. Bagian ketiga, Anda membuka tabungan dengan bunga sebesar 5% sebesar Rp50 juta. Setelah 25 tahun dana tersebut berkembang menjadi sekitar Rp169 juta.
  4. Bagian keempat, Anda menempatkan Rp50 juta di deposito dengan tingkat suku bunga 7%, di mana akan bertumbuh menjadi Rp271 juta setelah 25 tahun.
  5. Di bagian terakhir, Anda menempatkan Rp50 juta sisanya di saham, dan memberikan tingkat keuntungan sebesar 14% selama 25 tahun, sehingga dana tersebut berkembang menjadi Rp1,32 miliar.
  6. Jadi total dana yang ditempatkn pada 5 alternatif investasi menjadi sekitar Rp1,81 miliar.

Penempatan kedua memberikan dana lebih  sebesar sekitar Rp460 juta dibandingkan bila  menempatkan semua dana di deposito (walau pada bagian pertama kehilangan semua investasi dan tidak berkembang pada bagian kedua, dan mengambil risiko pada bagian kelima dengan menginvestasikan di saham)

Satu Portofolio vs. Banyak Portofolio

n  Setiap keluarga pasti memiliki banyak tujuan berbeda, dari membeli rumah sampai menyiapkan biaya pendidikan untuk anak-anak

à Apakah perlu memiliki portofolio investasi untuk masing-masing prioritas tujuan?

n  Dengan memiliki banyak portofolio, yang ditujukan untuk prioritas tujuan yang berbeda, risiko dapat diminimalisir, namun dapat memakan banyak waktu untuk mengorganisasikannya dan meninjau serta merevisinya bila dibutuhkan.

n  Dua hal yang perlu dipertimbangkan dalam memiliki banyak portofolio :

Biaya. Memiliki setiap instrumen investasi pasti mengandung biaya, baik fee manajemen, biaya pembelian, penjualan dan pengalihan untuk reksadana dan biaya transaksi untuk jual beli saham.

Waktu. Bila kita secara aktif mengikuti perkembangan portofolio kita, maka sangat mungkin akan menghabiskan 10 jam sebulan (atau lebih) untuk menganalisa apa yang kita miliki

n  Penting untuk diperhatikan :

Tetap menempatkan dana untuk tujuan jangka pendek dalam instrumen investasi jangka pendek dan alokasi dana untuk prioritas tujuan jangka panjang dalam instrumen jangka panjang.

Alternatif Strategi Investasi

  1. Buy and hold strategy

membeli beberapa alternatif sarana investasi dan tetap memegangnya untuk jangka waktu yang lama.

  1. Market Timing

yaitu dengan membeli di harga terendah dan menjualnya di harga tertinggi.

3. Dollar cost averaging

n  Strategi ini disarankan dalam mencapai tujuan yang diinginkan dengan keterbatasan penghasilan bulanan

n  Merupakan investasi secara sistematik dan berkesinambungan dalam jangka panjang

4. Buying on margin

Contoh transaksi pola margin.

Misalkan Anda memiliki dana sebesar Rp.100 juta untuk diinvestasikan. Anda membuka account di sebuah perusahaan sekuritas, dan mengijinkan Anda untuk bertransaksi dengan pola margin.  Anda ingin membeli saham dengan total investasi sebesar Rp.150 juta.  Anda menginvestasikan Rp.100 juta yang Anda miliki dan sisa Rp.50 juta dibantu oleh perusahaan dengan pola margin (kredit). (Tentunya dengan bunga)

Setelah pembelian maka Anda mendapatkan investasi dalam saham ABC dengan nilai sebesar Rp.150 juta.

Diasumsikan bahwa nilai saham Anda naik menjadi dua kali lipat, menjadi Rp.300 juta. Dari total investasi tersebut, maka :

Investasi Anda =Rp.100 juta
Pembelian margin (hutang) = Rp.50 juta
Total Investasi = Rp.150 juta
Bila nilai investasi naik dua kali lipat = Rp.300 juta
Investasi bagian Anda = Rp.250 juta (dikurangi lagi dengan bunga pinjaman)

Jika diasumsikan bahwa pasar dalam keadaan menurun, dan nilai investasi Anda turun 60% dari investasi awal atau Rp.60 juta. Berapa nilai investasi yang Anda miliki sekarang?

Investasi Anda = Rp.100 juta
Pembelian margin (hutang) = Rp.50 juta
Total Investasi = Rp.150 juta
Bila nilai investasi turun 60%, maka nilai investasi = Rp.60 juta (40% dari 150 juta), sehingga investasi bagian Anda tinggal  Rp.10 juta (belum dikurangi bunga pinjaman)

Dari contoh di atas, bahwa berinvestasi dengan margin sangat menguntungkan bila pasar dalam keadaan naik, tapi begitu pasar turun, kerugian Anda akan meningkat.

 

 

 

 

4 thoughts on “KONSEP DASAR INVESTASI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s