Pengambilan Keputusan Dalam Kelompok

METODE PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KELOMPOK KECIL

Pengambilan keputusan merupakan salah satu fungsi penting di dalam suatu kelompok.  Secara umum keputusan di dalam kelompok dapat dibedakan atas 2 jenis: keputusan yg terprogram dan keputusan yg Tidak terprogram.

KEPUTUSAN TERPROGRAM adalah: keputusan yg menyangkut aspek-aspek yg rutin shg keputusan tsb dilakukan berulang-ulang sepanjang hidup kelompok tsb. Misal, keputusan tentang bahan baku, proses produksi, dsb.  Karena menyangkut aspek rutin dan berulang- ulang, keputusan jenis ini biasanya sudah mempunyai kerangka prosedural tentang pengambilan keputusannya.

KEPUTUSAN TIDAK TERPROGRAM adalah: keputusan yg menyangkut hal-hal baru dan belum pernah dilakukan di dalam kelompok ybs.   Misalnya,pengambilan keputusan pada saat kelompok akan membuka usaha atau kegiatan yg baru.

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

7 langkah Proses pengambilan keputusan, yaitu:

(1) Menetapkan tujuan dan sasaran

(2) Identifikasi persoalan

(3) Mengembangkan alternatif

(4) Menentukan alternatif

(5) Memilih alternatif

(6) Menerapkan keputusan

(7) Pengendalian dan evaluasi.

TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

  1. STANDARD AGENDA (Agenda Standa/SA): Dikembangkan oleh John Dewey, pemikiran reflektif (tepekur/ kontemplasi) yang mencakup kehati-hatian, pendekatan sistematik utk sebuah masalah.

Ada 6 konsep Standar yg perlu dilakukan, yakni:

(a) Identifikasi masalah

(b) Analisis masalah

(c) Tentukan kriteria seleksi.  Apa tujuan akhir diskusi?

(d) Membuat solusi umum. Hindari solusi “group thinking” dgn cara membuat list dari berbagai solusi yang ada.

(e) Evaluasi solusi dan seleksilah.  Ukur masing2 solusi vs kriteria  yg telah ditetapkan sebelumnya pada poin 3)

(f)  Melaksanakan solusi.

2. NOMINAL GROUP TECHNIQUE (Tenik Kelompok Nominal/NGT) adalah: alat yg digunakan utk membuat keputusan dalam kelompok, ketika kelompok harus membuat rank order dari berbagai pilihan atau opsi. Untuk dapat menggunakan NGT, anggota  kelompok bekerja sendiri-sendiri à me-list semua alternatif penyelesaian masalah/isu. Kadangkala Nominal Group Technique digunakan setelah sessi brainstorming dilakukan.  Kemudian, fasilitator kelompok meminta setiap anggota kelompok scr individual membuat opsi prioritas dari yg terendah sampai yang tinggi prioritasnya.  Akhirnya, fasilitator klompok menghitung rataan skor dari setiap ide. Skor terendah  dari sebuah  merupakan prioritas tertinggi bagi dia. Teknik “nominal group/NGT” ini akan baik, bila semua anggota kelompok memberikan pendapat-pendapat mereka, dan  diskusi tidak didominasi oleh segelintir pendapat partisipan anggota kelompok (a few vocal group members) .

3. The Final Decision (Keputusan Akhir) : Ada banyak jalan yang bisa dilakukan suatu kelompok untuk mengambil sebuah keputusan, membuat suatu solusi, atau menghasilkan agreement (kesepakatan).  Di antaranya yang populer sebagai “decision-making,” meliputi :

(a) Consensus: Semua partisipan anggota kelompok bersepakat  dlm keputusan (final decision) via diskusi & debat kelompok

(b) Compromise

(c) Majority vote: Keputusan didasarkan kepada pendapat mayoritas (suara terbanyak) anggota-anggota kelompok.

(d) Decision by Leader: Kelompok menerima keputusan kepada putusan ketua kelompok.

(e) Arbitration: Sebuah badan atau orang dari luar kelompok yg memberikan keputusan akhir

DISKUSI MEDIASI & NEGOSIASI

Mediasi adalah intervensi negosiasi atau sebuah perselisihan dengan menggunakan pihak ketiga dimana pihak tersebut memiliki keterbatasan atau tidak memiliki kekuasaan dalam membuat keputusan, tetapi pihak tersebut memberikan bantuan secara sukarela pada pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan aatau mencapai resolusi persoalan. sehingga meminimalkan biaya dan gangguan psikologis. mediasi pada dasarnya adalah sebuah dialog atau negosiasi dengan melibatkan pihak ketiga.

Negosiasi dilaksanakan ketika kedua pihak:

1. saling bergantung dan harus bergantung pada kerjasama satu dengan yang lain untuk mendapatkan tujuan atau memenuhi kepentingan mereka

2. mampu untuk saling mempengaruhi dan untuk mengusahakan atau mencegah tindakan yang dapat menyebabkan kerugian.

3. ditekankan oleh deadline dan keterbatasan waktu dan share motivasi pada tahap awal perjumpaan.

4. sadar bahwa berbagai alternatif untuk sebuah penyelesaian negosiasi tidak muncul seperti pada tahap tawar-menawar dimana mereka dapat mencapai apa yang mereka inginkan dengan cara mereka sendiri.

5. mampu untuk mengidentifikasi pihak-pihak penting utama dan memasukkan mereka dalam proses pemecahan masalah.

6. mampu untuk mengidentifikasi dan menyetujui pada isu (pokok) persoalan yang dipertentangkan.

7. di dalam suatu situasi dimana kepentingan-kepentingan mereka tidak sepenuhnya bertentangan.

8. dipengaruhi oleh keterbatasan faktor eksternal, seperti keputusan yudisial yang tidak terduga, biaya, dll

Mediator dibutuhkan jika:

1. Emosi pihak-pihak yang bertikai meningkat

2. komunikasi di antar pihak-pihak yg terlibat buruk, baik kuantitas ataupun kualitas dan mereka tidak dapat merubah situasi dengan usaha mereka sendiri.

3. kesalahan persepsi atau stereotype

4. tindak-tanduk negatif yang dilakukan berulang-ulang.

5. terdapat ketidaksetujuan serius yang melebihi pengumpulan data dan informasi.

6. terdapat penggandaan pokok-pokok permasalahan yang dipertentangkan

7. terdapat banyak kepentingan yang bertentangan dimana pihak-pihak tersebut menemui kesulitan dan rekonsiliasi

8. pihak-pihak yang bertikai tidak memiliki prosedur negosiassi, menggunakan prosedur yang salah atau tidak menggunakan prosedur untuk mendapatkan keuntungan terbaik.

9. tidak terdapat struktur yang dapat diterima atau tidak ada forum untuk negosiasi.

10. pihak-pihak yang bertikai mengalami kesulitan memulai negosiasi atau sudah mencapai jalan buntun.

Peran Mediator:

1. membuka saluran komunikasi yang memiliki inisiatif komunikasi atau memfasilitasi komunikasi menjadi lebih baik jika pihak-pihak sudah terlanjur melakukan komunikasi.

2. pengesahan yang membantu semua pihak mengenali hak-hak mereka.

3. fasilitator yang menyediakan sebuah prosedur dan seringkali secara formal sebagai ketua sesi negosiasi

4. pelatih yang mendidik negosiator baru, tidak berpengalaman, atau tidak siap dalam proses tawar-menawar.

5. memberikan banyak akal, yakni yang menyediakan bantuan prosedur pada pihak-pihak yang bertikai dan menghubungkan mereka dengan ahi-ahli di luar dan sumber-sumber lainnya yang memungkinkan untuk memperluas pilihan-pilihan (opsi) penyelesain pertikaian.

6. penjelajah problem yang memungkinkan pihak-pihak yang bertikai untuk memeriksa sebuah problem dari berbagai sudut pandang, membantu dalam memberikan definisi dasar berbagai pokok persoalan dan kepentingan, dan mencari opsi yang menguntungkan kedua belah pihak.

7. Agen realiti yang membantu membangun sebuah penyelesaian yang dapat diimplementasikan dan berbagai pertanyaan dan tantangan pihak-pihak yang memiliki tujuan ekstrem dan tidak realistis.

8. Scapgoat yang memungkinkan mengambil beberapa tanggung jawab.

9. pemimpin yang mengambil inisiatif untuk bergerak begosiasi maju ke depan dengan menggunakan saran-saran prosedural.

Kemungkinan Hasil:

a) kalah – menang, hasil terjadi saat: satu pihak memiliki kekuasaan yang besar sekali, tidak terlalu mementingkan hubungan baik kedepannya, taruhan untuk kemenangan tinggi, satu pihak benar-benar asertif dan pihak lainnya yang bertikai tidak bergantung pada kerjasama mutual (saling menguntungkan), satu atau lebih pihak tidak kooperatif dan tidak bersedia untuk mengikutsertakan kooperatif pemecahan masalah.

b) Jalan buntu, terjadi saat: kedua belah pihak memilih untuk menghindari konflik dengan berbagai alasan. kedua belah pihak memiliki cukup kekuasaan untuk memaksa pokok-pokok persoalan. kurangnya kepercayaan, buruknya komunikasi, emosi yang ekspresif atau ketidakcukupan proses resolusi. taruhan untuk kemenangan rendah atau kedua belah pihak tidak perdulu pada perselisihan. kepentingan kedua belah pihak tidak saling berhubungan. satu atau lebih pihak tidak kooperatif.

c) Kompromi, terjadi saat: kedua belah pihak tidak memiliki cukup kekuasaan untuk menang secara penuh. kedua belah pihak bersikap komunikasi asertif. kepentingan kedua belah pihak saling bergantung. kedua belah pihak memiliki waktu ekstra untuk kooperatif dan tawar-menawar.

d) Menang – menang, hasil terjadi saat: kedua belah pihak tidak menggunakan pertarungan kekuasaan. mementingkan hubungan baik ke depannya. kedua belah pihak adalah pemecah/penyelesai masalah yang asertif. kepentingan (interest) kedua belah pihak benar-benar saling bergantung. kedua belah pihak bebas untuk berkooperatif dan untuk bergabung dalam memecahkan masalah.

3 thoughts on “Pengambilan Keputusan Dalam Kelompok

  1. kalo boleh tau, ini di ambil dari buku atau darimana? kalo diambil dari buku, boleh tau buku apa? buat di jadiin daftar pustaka hehe.. terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s