KONTRIBUSI KOMUNIKASI NONVERBAL DALAM KOMUNIKASI KELOMPOK


Body language atau bahasa non-ujaran mengisi hampir sekitar 80% dari komunikasi antar-orang. Ketika muncul konflik antara pesan  ujaran maka  bahasa tubuh memberi tanda yang sangat kuat, dan orang cenderung percaya pesan yang mereka lihat dibanding apa yang mereka dengar. Pemahaman tentang bahasa tubuh akan menghindari timbulnya kebingungan & memaksimalisasi kerjasama, memperagakan bagaimana bahasa tubuh mengindikasikan perilaku agresivitas, asertivitas, submisivitas dan sekaligus mempromokan suatu pengertian dari kebedaan bahasa tubuh  yang cocok & yang tidak cocok.

Komunikasi non-verbal adalah komunikasi  dari ekspresi wajah yang berhubungan dengan gerakan otot – baik sadar maupun tidak – meliputi  gerak tubuh, gerak mata, Ekspresi wajah, Volume suara, Penggunaan ruang/jarak.

Pesan non verbal terkirim lebih sering dari pada verbal. Penting sekali dalam dunia bisnis  dan  membangun format komunikasi kelompok efektif.
Pentingnya Komunikasi Non-Verbal Pada Komunikasi Kelompok

Peubah-peubah  non-verbal secara dramatik mempengaruhi suasana suatu kelompok dan attitude individual anggota kelompok terhadap kelompoknya. Ada 3 rasional yang menunjukkan mengapa komunikasi non-verbal itu penting bagi komunikasi kelompok :

  1. Dalam kelompok orang meluangkan lebih banyak waktu berkomunikasi secara non-verbal daripada secara verbal. Isyarat-isyarat  non-verbal ada yang dikontrol secara sadar & ada yang tidak.
  2. Pesan-pesan  non-verbal  lebih dapat dipercaya daripada pesan verbal.

Hal ini penting bila pesan-pesan verbal bertentangan dengan pesan-pesan non-verbal.     Mengapa?   Karena, sulit untuk memalsukan pesan-pesan non-verbal.

  1. Emosi dan perasaan dikomunikasikan terutama via isyarat-isyarat non-verbal.

Kebosanan dapat ditunjukkan oleh perilaku non-verbal, sekalipun tidak diutarakan. Tertarik dan rasa senang dengan kemajuan kelompok pun dapat dilihat secara non-verbal.

MENURUT RISET: Hanya 7% makna emosional suatu pesan dikemukakan secara verbal, 38% ditunjukkan oleh suara (seperti: kecepatan, tinggi- rendahnya nada suara, kualitas & volume) dan yang terbesar oleh expresi facial.

Dari sini kita tahu bahwa + 93% emosi dikonsumsikan secara non-verbal.

àIsyarat-isyarat non-verbal membawa lebih banyak pengaruh dalam menentukan bagaimana penerima akan menerima emosi yang diekspresikan.

àKarenanya memahami komunikasi non-verbal, vital bagi pemahaman proses komunikasi secara umum & komunikasi kelompok khususnya.

Fungsi Non-verbal:

  1. COMPLEMENTING
  2. ACCENTING
  3. CONTRADICTING
  4. REPEATING
  5. REGULATING
  6. SUBSTITUTING

Teori Burbinster

  • COMPLEMENT – melengkapi penjelasan verbal
  • ACCENTING – menekankan degan penuh perhatian
  • CONTRADICTING – perhatian yang bertentangan
  • REPEATING – mengulangi apa yang penting
  • REGULATING – pengaturan percakapan
  • SUBSTITUTING – tanda yang menggantikan kata verbal

TIPE KOMUNIKASI NON VERBAL

  • Kinesik – gerak tubuh
  • Prosemik – ruang gerak
  • Penampilan fisik,
  • Haptik –  sentuhan
  • Vokalik – suara
  • Kronemik – waktu
  • Artifak – obyek

3 thoughts on “KONTRIBUSI KOMUNIKASI NONVERBAL DALAM KOMUNIKASI KELOMPOK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s