Angkatan Kerja, Partisipasi Angkatan Kerja, Pengangguran Dan Kesempatan Kerja

Angkatan kerja (labour force) merupakan konsep yang memperlihatkan economically active population sedangkan bukan angkatan kerja adalah mereka yang tergolong non-economically active population. Tak semua penduduk usia kerja tergolong sebagai angkatan kerja. Tapi hanya mereka yang dinyatakan sebagai tergolong dalam usia kerja yang diperhatikan apakah tergolong angkatan kerja atau bukan.
Reit partisipasi angkatan kerja dapat dinyatak sebagai jumlah penduduk yang tergolong angkatan kerja per 100 penduduk usia kerja. Jika penduduk usia kerja didefinisikan berumur 10-64 tahun, maka:
RPAK = (jumlah angkatan kerja)/(penduduk 10-64 tahun) X 100
Dengan cara yang sama RPAK dapat dihitung untuk setiap golongan umur dan jenis kelamin.
RPAKM = (angkatan kerja laki-laki 15-19 tahun)/(penduduk laki-laki 15-19 tahun) x 100
Factor perkembangan pendidikan serta perkembangan peran wanita di luar RT antara lain diperkirakan memberikan pengaruh penting terhadap perubahan-perubahan RPAK penduduk.
Sementara itu reit pengangguran hanya mempersoalkan komponen-komponen angkatan kerja yaitu yang bekerja dan yang sedang mencari pekerjaan. Reit pengagguran dapat didefinisikan sebagai: jumlah pengagguran per 100 orang yang tergolong angkatan kerja.
Reit Pengagguran: (penduduk yang mengaggur)/(angkatan kerja ) X 100
Yang digolongkan bekerja berdasarkan sensus penduduk adalah:
1.mereka yang selama seminggu sebelum pencacahan melakukan suatu pekerjaan dengan maksud memperoleh memperoleh penghasilan dan lamanya bekerja paling sedikit 1 jam selama seminggu yang lalu.
2.Mereka yang selama seminggu sebelum pencacahan tidak melakukan pekerjaan kurang dari 1 jam tetapi mereka adalah:
a.Pekerja tetap, pegawai pemerintah atau swasta yang sedang tidak masuk kerja.
b.Petani-petani yang mengusahakan tanah pertannian yang tidak bekerja karena menunggu panen, dsb.
c.Orang-orang yang bekerja di bidang keahlian seperti dokter, tukang cukur, tukang pijat, dll.
Economically active dipandang sebagai “bekerja sementara penuh”. Sementara dikatakan bekerja kurang bila jam kerja kurang dari 35 jam seminggu dan bekerja berlebih bila jam kerja lebih dari 45 jam seminggu. Bekerja berlebih karena berbagai pekerjaan belum memberikan penghasilan yang diinginkan dalam keadaan jam kerja normal.
Sesuai dengan pendekatan “labour utilization”, angkatan kerja terdiri dari mereka yang sudah termanfaatkan secara penuh (utilized adequately) dan mereka yang belum termanfaatkan secara penuh (utilized inadequately). Angkatan kerja yang belum termanfaatkan secara penuh dapat dibagi dalam kategori:
1.Penganggur terbuka
2.Jam kerja kurang
3.Tingkat pendapatan rendah meskipun jam kerja cukup
4.Tidak sesuai antara pekerjaan dan pendidikan/keterampilan yang dimiliki
5.Pengangguran pasif atau tenaga kerja yang kehilangan harapan
Setengah pengagguran atau pengagguran terselubung adalah kategori nomor 2, 3, 4. Jam kerja kurang disebut juga visible underemployment sedangkan nomor 3 dan 4 disebut invisible underemployment. Mereka yang pengaggur pasif atau kehilangan harapan merupakan orang-orang yang tidak aktif mencari pekerjaan tapi mereka akan menerima jika pekerjaan tersedia bagi mereka.
Kesempatan kerja bukanlah “lapangan pekerjaan yang masih terbuka”. Penggolongan lapangan pekerjaan yang biasa dipakai dalam sensus 1971 dan 1980 terdiri dari:
1.Pertanian, perburuan, kehutanan, dan perikanan
2.Pertambangan dan penggalian
3.Industry pengolahan (manufacturing)
4.Listrik, gas dan air
5.Bangunan
6.Perdagangan, rumah makan dan hotel
7.Pengangkutan, penyimpanan/pergudangan dan komunikasi
8.Keuangan, asuransi dan perdagangan benda tak bergerak/usaha persewaan bangunan, tanah, jasa, perusahaan
9.Jasa kemasyarakatan, social dan pribadi
Penduduk yang tidak dapat dimasukkan ke dalam salah satu kategori pekerjaan tersebut digolongkan dalam kategori kegiatan yang tidak/belum jelas (activities not adequately defined). Kesempatan kerja di suatu Negara atau daerah digolongkan dalam sector A(agriculture), M(manufacturing), S(service). Pergeseran kesempatan kerja yang terjadi relative lebih besar ke sector jasa dibandingkan dengan sector industry. Masuknya teknologi di bidang pertanian cenderung mengurangi kesempatan kerja.
Kita harus mengetahui penduduk usia kerja pada tahun yang diinginkan di masa depan. Umumnya menurut umur dan jenis kelamin. Sedangkan sentral dari proyeksi angkatan kerja adalah p-royeksi RPAK. Diasumsikam bahwa penduduk pada tahun yang diinginkan di masa depan diketahui.ada 2 kelompok metode yang dapat digunakan untuk proyeksi angkatan kerja:
1.Metode-metode ekstrapolasi. Didasarkan pada hasilpengambilan RPAK di tahun lampau.
2.etode-metode korelasi. Memerlukan data RPAK di berbagai negeri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s