Teori Modernisasi klasik

Sejarah lahirnya

Dipicu oleh 3 peristiwa, yaitu:

1.      Munculnya Amrik sebagai kekuatan dominan dunia

2.      Terjadi perluasan gerakan komunis sedunia

3.      Lahirnya negara-negara merdeka baru di Asia, Afrika, dan Amrik Latin

Teori ini mewarisi pemikiran dari teori evolusi dan fungsionalisme.

Teori evolusi

Digambarkan bahwa perubahan sosial merupakan gerakan searah seperti garis lurus, membaurkan antara pandangan subjektifnya tentang nilai dan tujuan akhir perubahan sosial, dan perubahan sosial berjalan secara perlahan dan bertahap.

Teori fungsionalis (Talcott Parsons)

Beranggapan bahwa masyarakat mempunyai kelembagaan yang saling terkait dan tergantung satu sama lain (seperti tubuh manusia), tiap-tiap bagian memiliki  fungsi pokok yang jelas dan khas, adanya keseimbangan dinamis stasioner (satu bagian berubah maka bagian lainnya akan mengikuti sehingga terbentuk keseimbangan baru). Teori Parsons ini dianggap konservatif karena menganggap bahwa masyarakat akan selalu berada pada situasi harmoni, stabil, seimbang, dan mapan. Dalam membedakan masyarakat tradisional dan modern, Parson merumuskan konsep “faktor kebakuan dan pengukur” yang terkait dengan “kecintaan dan kenetralan”.

Masyarakat Tradisional (kecintaan) Masyarakat Modern (kenetralan)
Mempribadi dan emosional Hubungan kerja yang tidak langsung, tidak mempribadi dan berjarak
Berhubungan dengan masyarakat dari satu kelompok tertentu dan memikul tanggung jawab bersama Berhubungan dengan batas norma universal, tidak terkait dengan tanggung jawab kelompok
Memiliki kewajiban kekeluargaan, komunitas, dan kesukuan Individualistic
Memandang penting status warisan dan bawaan Memperhatikan prestasi
Belum merumuskan fungsi kelembagaan secara jelas Telah merumuskan fungsi kelembagaan secara jelas

Smelser: Diferensiasi Struktural

Ketidakteraturan struktur masyarakat yang menjalankan berbagai fungsi sekaligus akan dibagi dalam substruktur untuk menjalankan satu fungsi yang lebih khusus. Dalam masyarakat modern terjadi diferensiasi struktural dimana terbentuk lembaga-lembaga yang lebih spesifik. Hal ini menimbulkan persoalan baru, yaitu masalah integrasi yang berupa pengkoordinassian aktivitas berbagai lembaga baru tersebut. Oleh karena itu harus dibentuk lembaga baru lain untuk menjembatani kegiatan dan kebutuhan masyarakat yang telah terdiferensiasi.

Rostow: Tahapan Pertumbuhan Ekonomi

1.      Masyarakat tradisional akan mengalami sedikit perubahan sosial atau mengalami kemandekan sama sekali, kemudian perlahan-lahan mengalami kemajuan. Terjadi penurunan angka kematian dan peningkatan jumlah penduduk

2.      Prakondisi tinggal landas berupa satu revolusi politik dan sosial yang berusaha mengubah secara radikal struktur masyarakat, berupa inovasi teknologi dan kondisi lingkungan internasional yang menguntungkan.

3.      Tahapan tinggal landas yang mensyaratkan kepemilikan struktur ekonomi tertentu yang mampu melakukan mobilisasi seluruh kemampuan modal dan sumber daya alamnya sehingga mencapai tingkat investasi produktif sebesar 10% dari pendapatan nasionalnya

4.      Kematangan pertumbuhan diikuti pesatnya perluasan kesempatan kerja, meningkatnya pendapatan nasional

5.      Masyarakat dengan konsumsi massa tinggi dengan peningkatan permintaan konsumen dan pembentukan pasar domestic yang tangguh

Coleman: Pembangunan Politik yang Berkeadilan

1.      Diferensiasi politik dapat dikatakan sebagai salah satu kecenderungan dominan sejarah perkembangan sistem politik modern

2.      Prinsip kesamaan dan keadilan merupakan etos masyarakat modern

3.      Usaha pembangunan politik yang berkeadilan akan membawa akibat pada perkembangan kapasitas sistem politik

4.      Diferensiasi politik dan tuntutan keadilan mengakibatkan ketegangan dan keterpecahbelahan sistem politik, krisis identitas nasional, krisis legitimasi pemerintahan, krisis partisipasi, krisis integrasi dan koordinasi, dan krisis distribusi.

Asumsi Teoritis dan Metodologi

Teori modernisasi berasal dari konsep-konsep dan metafora yang diturunkan dari teori evolusi yang arah geraknya searah, linear, progresif dan perlahan-lahan. Modernisasi juga dapat dikatakan sebagai proses homogenisasi dan terkadang mewujud dalambentuk lahirnya sebagai proses Eropanisasi atau Eropanisasi, yang mengindikasikan bahwa modernisasi sama dengan Barat.

Teori modernisasi juga berasal dari pola pikir teori fungsionalisme yang menekankan keterkaitan dan ketergantungan lembaga sosial, pentingnya variable kebakuan dan pengukur dalam sistem budaya, dan adanya kepastian keseimbangan dinamis stasioner dari perubahan sosial. Modernisasi dianggap sebagai proses sistematik, transformasi, dan immanent (terus-menerus). Teori ini mengkaji persoalan negara Dunia Ketiga secara abstrak dan bertendensi mengambil kesimpulan-kesimpulan umum untuk dijadikan pola yang dibakukan dan mengambil wilayah negara sebagai unit analisisnya.

Hasil Kajian Teori Modernisasi Klasik

McClelland: Motivasi Berprestasi

Menurutnya kaum wiraswastawan domestiklah yang memegang peran kritis dan bertanggung jawab terhadap pencapaian kemajuan negara Dunia Ketiga. Kaum wiraswastawan memiliki keinginan kuat untuk mengejar prestasi gemilang yang dikerjakannya melalui penampilan kerja yang baik dan perbaikan kualitas kerja. Negara yang memiliki derajat kebutuhan berprestasi tinggi juga memiliki derajat pembangunan ekonomi yang tinggi.

Inkeles: Manusia Modern

Karakteristik manusia modern:

1.      Terbuka terhadap pengalaman baru

2.      Memiliki sikap untik independen terhadap berbagai bentuk otoritas tradisional

3.      Percaya terhadap ilmu pengetahuan

4.      Memiliki orientasi mobilitas dan ambisi hidup yang tinggi

5.      Memiliki rencana jangka panjang

6.      Aktif terlibat dalam percaturan politik

Pendidikan merupakan faktor yang terpenting yang mencirikan manusia modern

Sarbini Sumawinata: Lepas Landas Indonesia

Mengkritik teori Rostow

Robert N. Bellah: Agama Tokugawa

Menganggap bahwa agama di Jepang berperan penting dalam pencapaian kemajuan negaranya.

Teori Modernisasi Klasik

Menganggap bahwa negara Dunia Ketiga merupakan negara terbelakang dengan masyarakat tradisionalnya sementara negara Barat merupakan negara modern.

Kritik terhadap teori ini:

1.      Kepercayaan akan superioritas Barat merupakan gejala etnosentris

2.      Kecenderungan untuk percaya pada gerak dan arah pembangunan yang searah ini telah menjadikan teori modernisasi mengabaikan kemungkinan pencarian dan pengembangan alternative pembangunan negara Dunia Ketiga

3.      Peneliti teori ini terlalu optimis menganggap bahwa negara Dunia Ketiga akan mencapai kemajuan seperti negara Barat

4.      Seharusnya nilai tradisional dan nilai modern akan selalu berdampingan

5.      Ilmu sosial yang dipakai objektif dan bebas ideology, memakai hukum universal

6.      Menyebabkan menurunnya ideology revolusioner dan berkembangnya pola pikir pragmatis dan ilmiah

7.      Meninggalkan faktor dominasi asing yang merupakan salah atu faktor pokok yang mempengaruhi perjalanan pembangunan negara Dunia Ketiga

Hasil Kajian Baru Teori Modernisasi

1.      Menghindar untuk memperlakukan nilai-nilai tradisional dan modern sebagai dua perangkat sistem nilai yang secara total bertolak belakang

2.      Memberikan perhatian kepada pengkajian nilai-nilai tradisional

3.      Tidak lagi bersandar pada analisa yang abstrak dan tipologi, tapi lebih cenderung memberikan perhatian pada kasus nyata

4.      Tidak menjadikan Barat sebagai satu-satunya model tentang gerak satu arah pembangunan

5.      Lebih memperhatikan faktor external

6.      Memperhatikan faktor konflik

Teori Modernisasi Klasik Teori Modernisasi Baru
Persamaan
Keprihatinan Negara dunia ketiga
Tingkat analisa Nasional
Variable pokok Faktor internal: nilai budaya pranata sosial
Konsep pokok Tradisional dan modern
Implikasi kebijaksanaan Modernisasi memberikan manfaat positif
Perbedaan
Tradisi Sebagai penghalang kemajuan Faktor positif pembangunan
Metode kajian Abstrak da konstruksi tipologi Studi kasus dan analisa sejarah
Arah pembangunan Garis lurus dan menggunakan USA sebagai mode Berarah dan bermodel banyak
Faktor ekstern dan konflik Tidak diperhatikan Lebih diperhatikan

Teori Modernisasi Baru

1.      Budaya tradisional merupakan sesuatu yang dinamis dan selalu mengalami perubahan

2.      Memberi perhatian pada keunikan dari setiap kasus pembangunan yang dianalisa

3.      Budaya tradisional selalu mampu melakukan penyesuaian dengan baik terhadap kondisi local

4.      Mengamati dan menganalisa secara serentak dan simultan terhadap berbagai pranata sosial yang ada, berbagai kemungkinan arah pembangunan, dan interaksi antara faktor internal dan eksternal

About these ads
Comments
  1. em says:

    nice post. thanks :)

  2. ketika ada sebuah kebudayaan yang berubah dalam pergeseran nilai dan pranata sosial, jadi yang berperan besar itu siapa?lebih kepada depedensiasi negara lain atau modernisasi bngsa itu sendiri?

  3. ajoe says:

    good,…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s