TEKNIK PEMECAHAN MASALAH DALAM KELOMPOK KECIL

Posted: June 10, 2010 in Komunikasi Kelompok
Tags: , , ,


  1. BERPIKIR REFLEKTIF (Reflective Thinking)

Dikemukakan oleh John Dewey (1910) à Standard Agenda. Merupakan deskriptif cara pemecahan masalah yang Dikenal sebagai pendekatan tradisional pada pemecahan mslh.

Tahap-tahap berpikir reflektif:

  1. Pembatasan dan Definisi Masalah :

1.1. Kenali masalah

1.2. Setujui masalah yang dihadapi

1.3. Tentukan batas-batas masalah itu, terutama ruang lingkup dan ukurannya

1.4.  Definisikan istilah-istilah kunci untuk dipahami bersama.

II.            Analisis Masalah :

  1. Anggota-anggota kelompok perlu menyelidiki & meneliti masalah tersebut.

1.1.  Apa riwayat masalah tersebut?

1.2.  Berapa seriuskah masalah itu?

1.3.  Apa penyebab masalah itu?

1.4.  Apa akibat masalah itu?

1.5.  Apa gejala masalah itu?

1.6.  Apa metode yang telah dimiliki untuk memecahkannya?

1.7.  Apa keterbatasan metode tersebut?

  1. Formulasikan kriteria bagi suatu solusi yang dapat diterima.  Kriteria = Standar/tujuan yg harus dipenuhi oleh solusi yg baik

2.1.  Apa falsafah yg harus diterima bagi pemecahan masalah?

2.2.  Apa syarat minimal bagi suatu solusi yang dapat diterima?

2.3.  Kriteria apa yang terpenting?

2.4.  Bgmn menggunakan kriteria itu untuk mengevaluasi solusi?

Contoh kriteria bagi suatu solusi :

1.  Solusi harus tidak mahal

2.  Solusi harus segera dilaksanakan

3.  Solusi harus disetujui oleh seluruh anggota kelompok.

3. Solusi-solusi yang mungkin dilaksanakan:

3.1.  Buat daftar solusi-solusi yang mungkin dilaksanakan

3.2.  Nyatakan solusi tersebut dalam bentuk hipotesis yg tentatif

3.3.  Gunakan pendekatan “BRAINSTORMING

4. Pilih solusi yg terbaik:

4.1.  Gunakan kriteria untuk menyaring solusi

4.2.  Kadangkala gabungan beberapa solusi merupakan yg terbaik.

Pertanyaan2 berikut ini dapat digunakan utk menganalisis solusi :

1.  Apa efek jangka panjang dan pendeknya?

2.  Apakah solusi tsb benar-benar memecahkan masalah yang dihadapi?

3.  Adakah kerugian yang diakibatkan oleh solusi tersebut?  dan

Apakah kekurangan ini menutupi keuntungan yang diperoleh?

4.  Apakah solusi tersebut sesuai dengan kriteria kelompok?

5.  Apakah kelompok perlu memodifikasi kriterianya?

  1. Uji dan Implementasi Solusi

Anggota-anggota kelompok harus percaya bahwa solusi yang diusulkan

itu benar (akan memecahkan masalah)

Pertimbangkan hal-hal ini dalam menguji solusi :

  • Bagaimana kelompok mendapat dukungan publik dan persetujuan mereka bagi solusi yang diusulkan?
  • Apa tahap-tahap spesifik yang diperlukan untuk implementasi solusi?
  • Bagaimana mengevaluasi keberhasilan upaya pemecahan masalah?
  1. 2. BRAINSTORMING: PENDEKATAN KREATIF PADA PEMECAHAN MASALAH

Bila Kelompok Anda memerlukan ide-ide inovatif dan kreatif serta solusi orisinal, maka gunakanlah: Brainstorming.

Brainstorming: ialah suatu pendekatan pemecahan masalah yang didesain utk membantu suatu kelompok menghasilkan beberapa solusi kreatif pada suatu masalah. Dikembangkan oleh ALEX OSBORN, yang memerlukan suatu teknik pemecahan masalah yang kreatif, yang menghilangkan evaluasi dan kritik pada ide-ide, sebalik-nya memfokuskan pada pengembangan solusi yang imaginatif dan inovatif.

Brainstorming paling berguna ketika kelompok memerlukan ide-ide orisinal atau bila kelompok belum menghasilkan cukup banyak ide.

Tahap-tahap Brainstorming

1.  Pilih suatu masalah spesifik yang perlu dipecahkan.

2.  Anggota-anggota kelompok harus diberitahu untuk menunda segala macam penilaian/evaluasi pada ide-ide yg dilontarkan. Osborn menyarankan :

#.  Pakai sikap/attitude,  “coba segala cara”

#.  Terima “policy” tidak mencari kesalahan untuk tak menghambat kreativitas

#.  Ingat bahwa ide ialah Pemikiran

#.  Kritik hari ini dapat membunuh ide-ide hari esok.

  1. Setelah anggota-anggota kelompok memahami dengan jelas masalahnya, dan mereka tahu aturan-aturan dasar Brainstorming, ajak mereka untuk berpikir mencari sebanyak mungkin solusi pada masalah sedapat-dapatnya. Pertimbangkan saran-saran berikut ini:

#.  Semakin luar biasa idenya, semakin baik

#.  Lebih mudah untuk menyempurnakan ide yang telah ada dari pada melahirkan ide yang belum ada

#.  Berpikir keras dan lontarkan ide-ide yang tidak biasa

#.  Ide seseorang yang agak luar biasa, dapat melahirkan suatu solusi yang baik dari orang-orang lain dalam kelompok.

  1. Yakinkan bahwa anggota-anggota mengerti bahwa mengembangkan ide-ide berdasarkan ide orang lain berguna. Kombinasi ide-ide dan tambahkan yang lain.
  2. Tugaskan seorang untuk mencatat ide-ide yang telah disebutkan.
  3. Beberapa kelompok  memerlukan  bahwa  ide-ide  lebih baik dievaluasi pada “sessi”akhir. Pertimbangkan hal ini:

6.1.  Dekati setiap idea secara positif dan beri pengujian yang adil

6.2.  Coba untuk membuat agar ide-ide dapat diaplikasikan

6.3.  Apabila sejumlah kecil saja dari ide-ide yang dihasilkan kelompok dapat digunakan, maka sessi tersebut telah berhasil.

3. PENDEKATAN YANG BERORIENTASI PERTANYAAN PADA PEMECAHAN MASALAH

  1. Format Solusi Ideal

Di sini kelompok diminta menjawab serangkaian pertanyaan yang didesain untuk membantu mengidentifikasikan solusi yang ideal pada masalah.  GOLDBERG & LARSON  menyarankan agar :

a.  Apakah kita semua setuju dengan sifat-sifat atau asal masalah?

b.  Apakah solusi ideal bagi semua pihak yang terlibat dalam masalah itu?

c.  Kondisi apa dalam masalah tersebut yang dapat diubah sehingga solusi ideal dapat dicapai?

d.  Dari solusi yang tersedia bagi kita, yang mana yang terbaik yang kira-kira mendekati solusi ideal?

2.   Format Pertanyaan Tunggal

Sama seperti Format Solusi Ideal, yang ini pun memerlukan jawaban pada serangkaian pertanyaan, yang didesain untuk mengarahkan kelompok pada solusi yang terbaik pada masalah itu. GOLDBERG & LARSON  menyarankan agar menjawab kelima pertanyaan berikut ini untuk mencapai tujuannya :

a.  Apa pertanyaan yang jawabannya hendak diketahui seluruh kelompok untuk mencapainya?

b.  Apa sub-pertanyaan yang harus dijawab sebelum kita dapat menjawab pertanyaan tunggal yang telah diformulasi?

c.  Apakah kita memiliki informasi yang cukup untuk menjawab sub-pertanyaan dengan meyakinkan? (Jika ya, jawaban mereka;  Jika tidak, teruskan yang berikutnya!)

d.  Apa jawaban yang paling sesuai utk sub-pertanyaan sub-pertanyaan itu?

e.  Jika jawaban kita pada sub-pertanyaan sub-pertanyaan itu benar, maka apa solusi yang terbaik pada masalah itu?

Perbedaan utama  di antara  Format Pertanyaan Tunggal dan  Format: Pertanyaan ideal adalah bahwa Format Pertanyaan Tunggal menuntut agar kelompok memformulasikan suatu pertanyaan untuk mengumpulkan informasi yang perlu untuk pemecahan masalah. Format ini juga membantu kelompok mengidentifikasi dan memecahkan isu yang dihadapi sebelum mereka memperoleh solusi.

Teknik lain pada pemecahan masalah di smallgroup adalah “training sensitif” dan diskusi kelompok efektif.  Keduanya pada  umumnya akan merobah sikap seseorang tanpa merasakan adanya suatu tekanan.  Namun demikian terdapat perbedaan, yakni:

  1. 1. Training sensitif barangkali menyangkut tujuan individu, sedangkan kelompok diskusi adalah tujuan kelompok.
  2. 2. Training sensitif mendorong memeriksa pengalaman sendiri bersama lingkungan emosi, sedangkan kelompok diskusi memusatkan permasalahan yang dapat dipecahkan melalui pemikiran kembali.
  3. 3. Dasar utama Training sensitif biasanya adalah untuk mencapai pengertian lebih mendalam dari diri sendiri, sedangkan pada diskusi kelompok lebih menekankan penyelesaian suatu masalah.
  4. 4. Pada Training sensitif biasanya tidak ada pimpinan formal, sedangkan pd diskusi kelompok ditunjuk seorang pimpinan.

Teknik lainnya lagi, Widya Wisata, dimana kelompok tsb membandingkan apa yang telah dicapai kelompok lain, dan bagaimana mereka mencapai hal tersebut.

Sadar akan kekurangan pengetahuan, maka teknik lain adalah dengan kursus-kursus, atau latihan periodik yang diikuti anggota atau pengurus kelompok.

About these ads
Comments
  1. saiba says:

    mkasih buat materinya…
    doakan besok saya ada ujian komkel. he..he..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s